Sidharta, Boy Rahardjo and Atmodjo, Kianto P. and Mursyanti, E. SKRINING SENYAWA ANTIBAKTERI DARI BEBERAPA JENIS RUMPUT LAUT COKLAT (PHAEOPHYCEAE) DARI PAΝΤΑΙ DRINI, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (2007). [Research] (Unpublished)
Drs. Boy Rahardjo Sidharta_2007_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (10MB)
Abstract
Penelitian tentang skrining senyawa antibakteri dari beberapa rumput laut coklat yang ada di pantai Drini, Gunungkidul, DIY perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan dari studi yang pernah dilakukan tentang skrining senyawa antibakteri pada berbagai jenis rumput laut di kawasan pantai ini menunjukkan hasil yang positif. Berlatar belakang hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa metabolit sekunder dari rumput laut coklat yang memiliki sifat antibakteri, dengan menerapkan 3 (tiga) senyawa penyari dengan perbedaan polaritas yakni akuades, etanol, dan heksan. Penggunaan ketiga senyawa penyari tersebut dimaksudkan untuk mengetahui senyawa penyari yang paling tepat untuk "menarik" senyawa metabolit sekunder dari sampel rumput laut coklat. Uji antibakteri dilakukan terhadap dua (2) mikrobia yang umum dijumpai atau diketahui sebagai patogen terhadap manusia maupun hewan, yaitu Eschericia coli dan Bacillus subtilis. Sebagai kontrol, selain digunakan kontrol negatif berupa ketiga senyawa penyari tersebut, juga dipakai kontrol positif berupa sediaan dua (2) antibiotik murni, yakni penisilin dan streptomisin. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa selama periode penelitian diperoleh enam (6) jenis rumput laut coklat yakni: Sargassum dotyi, S. ohnoi, S. abbottiae, S. battaanense, Caulerpa prolifera, dan Laurencia papillosa. Hasil ekstraksi oleh senyawa penyari memperlihatkan bahwa senyawa penyari etanol paling baik dalam menyarikan metabolit sekunder dalam rumput laut dibandingkan dengan kedua penyari lainnya. Uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak Sargassum dotyi dengan senyawa penyari etanol memiliki luas zona hambat paling luas dibandingkan dengan ekstrak dengan penyari lainnya. Hasil ini juga berbeda nyata dengan ekstrak dari rumput laut lain dan dengan senyawa penyari yang manapun. Namun demikian, dibandingkan dengan penisilin dan streptomisin. hasil uji ekstrak rumput laut secara signifikan masih jauh di bawah keduanya.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Teknobiologi > Tekno Lingkungan |
| Divisions: | Fakultas Teknobiologi > Biologi |
| Date Deposited: | 18 Nov 2025 04:34 |
| Last Modified: | 18 Nov 2025 04:34 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35650 |
