Mursyanti, Exsyupransia OPTIMASI WAKTU PEMANENAN ASAM GLUTAMAT PADA KULTUR SEKALI UNDUH Corynebacterium glutamicum DENGAN PENAMBAHAN PENISILIN (2007). [Research] (Unpublished)
Dra. Exsyupransia Mursyanti_2007_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (7MB)
Abstract
Salah satu faktor esensial yang mempengaruhi pola produksi metabolit primer berupa asam glutamat pada kultur sekali unduh adalah waktu pemanenan (waktu inkubasi selama proses fermentasi). Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi waktu pemanenan yang optimal untuk menghasilkan asam glutamal maksimal adalah jenis dan kondisi mikrobia, kondisi nutrisi dengan atau penambahan zat lain, misal dalam hal ini pensisilin, maupun sistem kultur yang digunakan. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui waktu pemanenan asam glutamat yang tepat pada kultur sekali unduh C glutamicum yang telah diperlakukan dengan penisilin sehingga dihasilkan asam glutamat yang maksimal. Bakteri yang digunakan asalah C glutamicum yang dikulturkan dengan sistem sekali unduh. Medium kultur yang digunakan ditambah dengan penisilin dengan kadar 25 unit/ml. Penambahan penisilin dilakukan setelah kultur berumur 18 jam. Variasi waktu inkubasi yang digunakan adalah 0 jam (sebagai kontrol), 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam dan 120 jam. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi tahap uji kemurnian dan tahap produksi asam glutamat. Parameter yang diukur pada akhir fermentasi meliputi biomasa sel berdasarkan berat kering sel, kadar gula reduksi, pH dan kadar asam glutamat dengan metode HPLC. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap sedangkan analisis data menggunakan Anova dengan tingkat kepercayaan 95% dan DMRT. Berdasarkan sifat-sifat dari hasil uji kemurnian, mikrobia yang digunakan masih konsisten dengan hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya yaitu mengenai pengaruh pemberian penisilin pada berbagai variasi inkubasi terhadap produksi asam glutamat oleh C. glutamicum maupun penelitian mengenai pengaruh variasi kadar penisilin terhadap produksi asam glutamat. Hal ini menandakan bahwa isolat yang digunakan pada penelitian lanjutan ini masih murni dan sama dengan isolat yang digunakan pada penelitian terdahulu. Perlakuan variasi waktu pemanenan mempengaruhi biomasa sel yang dihasilkan, penggunaan gula reduksi, pH medium maupun produksi asam glutamate. Biomasa sel akan meningkat sampai 24 jam inkubasi selanjutnya akan menurun, sedangkan kadar gula reduksi medium akan menurun seiring dengan waktu inkubasi. Nilai keasaman pada semua perlakuan waktu inkubasi masih dalam kisaran untuk pertumbuhan normal C glutamicum. Kadar asam glutamat maksimal diperoleh dari perlakuan waktu inkubasi 72 jam dengan kadar 3268 µg/ml
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Teknobiologi > Tekno Pangan |
| Divisions: | Fakultas Teknobiologi > Biologi |
| Date Deposited: | 18 Nov 2025 04:27 |
| Last Modified: | 18 Nov 2025 04:27 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35625 |
