Setyawati, E. Yuningtyas and Pratama, T. Iwan Budi TEKNOLOGI SEKTOR DOMESTIK SEBUAH ORIENTASI MENUJU PEMBERDAYAAN BERKEADILAN GENDER (Studi Mengenai Manifestasi Teknologi Sektor Domestik Terhadap Orientas Peran Laki-laki dan Perempuan dalam Keluarga yang Berkeadilan) (2003). [Research] (Unpublished)

Text (E. Yuningtyas Setyawati dan T. Iwan Budi Pratama)
Dra. E. Yuningtyas Setyawati_2003_0001.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (31MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat peran teknologi sektor domestik dalam keluarga, yang aitkan dengan orientasi peran laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu masalah yang akan ali dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peran teknologi sektor domestik dalam enciptakan terwujudnya relasi gender yang di dalam keluarga? Di samping itu akan dicari akah teknologi di sektor domestik sudah memberdayakan laki-laki dan perempuan dalam embantu perannya atau justru teknologi sektor domestik lebih menguntungkan salah satu jenis lamin tertentu.
Lokasi penelitian yang dipilih adalah kompleks perumahan Griya Ketawang yang terletak di bupaten Sleman. Lokasi penelitian dipilih mengingat perumahan tersebut termasuk bertipe RS us dimana sebagian besar penduduknya telah mengkonsumsi teknologi sektor domestik sebut. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian survey yang menggabungkan dua ndekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara berstruktur, in depth interview, dan pengamatan terlibat. Sementara itu teknik analisis data akukan dengan "frequency distribution" atau persentase dan dengan menggunakan pendekatan alogical interpretation, yaitu mendialogkan pemahaman emic dan etic untuk memperoleh mprehensive understanding.
Hasil penelitian ini menemukan masih adanya ketimpangan distribusi peran laki-laki dan rempuan dalam keluarga. Ketimpangan tersebut dapat terlihat dari peran suami yang hanya dikit melakukan kerja domestik. Pekerjaan-pekerjaan sektor domestik yang biasanya dilakukan ami adalah pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya tidak rutin dan biasanya dilakukan di luar angan, seperti memperbaiki alat-alat rumah tangga (62,00 %), menata ruangan (58,00 %), embetulkan mobil/motor/tape/radio (50,00 %). Sementara pekerjaan lainnya yang pernah akukan suami, seperti menyiapkan makan, memasak, menyeterika pakaian, menyapu, encuci baju dan mengepel yang nota bene adalah "pekerjaan khas" perempuan; kontribusi ami adalah sangat minim.
Di samping itu juga suami hanya kadang-kadang bahkan tidak pernah sama sekali embantu tugas domestik istri (92,00%), dan alasan yang diberikan suami terbanyak adalah capaian karena sudah mencari nafkah (86,00 %). Dikotomi maskulinitas dan femininitas impak jelas pada penggunaan alat-alat yang dipergunakan perempuan dan laki-laki, laki-laki inderung menggunakan motor, mobil, handphone dan telephon; sedangkan perempuan inderung menggunakan kompor gas, seterika listrik, rice cooker dan mesin cuci. Ketimpangan ing terjadi juga terlihat dari kemampuan penggunaan, pemeliharan dan perbaikan; dimana laki-ki (44,00%) cenderung lebih baik dalam hal perbaikan barang dibandingkan perempuan (02,00 ) sementara perempuan (78,00%) lebih baik dalam hal pemeliharaan barang daripada laki-laki 8,00%). Teknologi sektor domestik memiliki potensi memberdayakan sekaligus memperlemah aum perempuan. Memberdayakan dari segi efektifitas dan produktivitas kerja, karena perempuan mudian dapat menghemat waktu dan tenaga, mudah menggunakannya dan praktis (84,00%). amun demikian kondisi tersebut tidak lantas mengurangi peran perempuan di sektor domestik, irena waktu yang dapat dihemat dengan penggunaan teknologi sektor domestik, masih tetap pakai untuk melakukan pekerjaan domestik lainnya, seperti mengasuh anak dan mengerjakan gas domestik lain (68,00%).
Oleh karena itu agar teknologi dapat memberdayakan manusia, maka teknologi harus apat menciptakan terbentuknya relasi yang sadar gender. Kondisi tersebut dapat dilakukan engan memanfaatkan teknologi dengan penciptaan suasana yang sadar gender, sehingga baik ki-laki maupun perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama dan seimbang dalam Jatu penerapan dan pemanfaatan teknologi. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar laki-laki aupun perempuan semakin berdaya tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Item Type: Research
Subjects: Industrial Engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri
Date Deposited: 18 Nov 2025 02:27
Last Modified: 18 Nov 2025 02:27
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35620

Actions (login required)

View Item
View Item