Setyawati, E. Yuningtyas and Soge, Paulinus STRATEGI SURVIVAL PEREMPUAN DALAM MENJALANKAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA (Studi mengenai Strategi Survival yang dilakukan oleh Perempuan dalam Menjalankan Keluarga Berencana-nya di Bawah Bayang-bayang Kekuasaan yang Hegomonik) (2001). [Research] (Unpublished)
Dra. E. Yuningtyas Setyawati_2001_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (25MB)
Abstract
Penelitian yang mengambil tema mengenai "Strategi Survival Perempuan Dalam Menjalankan Program Keluarga Berencana (Studi mengenai Strategi Survival yang dilakukan oleh Perempuan dalam Menjalankan Keluarga Berencana-nya di Bawah Bayang-bayang Kekuasaan yang Hegemonik) dan selanjutnya menekankan pada aspek resistensi perempuan terhadap alat kontrasepsi, bertujuan untuk mengetahui bentuk dan derajat resistensi perempuan tentang alat kontrasepsi yang pernah mereka pergunakan. Di samping itu juga melalui penelitian ini diupayakan untuk dapat menyibak faktor-faktor yang menyebabkan perempuan melakukan resistensi tersebut.
Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 163 orang perempuan yang pernah menggunakan alat-alat kontrasepsi. Adapun lokasi penelitian ini dilakukan di dua kecamatan dari dua Daerah tingkat II yang ada di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mempunyai angka prevalensi KB yang lebih kecil dibandingkan yang lainnya. Dua kecamatan tersebut adalah Kecamatan Gondomanan yang mewakili Kotamadia Yogyakarta sebagai daerah perkotaan dan Kecamatan Galur yang mewakili Kabupaten Kulon Progo sebagai daerah yang termasuk dalam kategori desa.
Beradasarkan hasil penelitian ini diperoleh informasi bahwa terdapat resistensi perempuan terhadap alat kontrasepsi yang pernah dipergunakan. Bentuk resistensi yang diwujudkan cenderung berbentuk langsung (65,03%), yakni meliputi tindakan: a. menggunakan alat kontrasepsi tidak sesuai aturan atau semaunya sendiri, b. menghalang-halangi orang untuk menjadi akseptor KB, memberkan argumen yang mengarah pada upaya penolakan pemakaian alat kontrasepsi, d. pura-pura menuruti dan mengikuti anjuran pemakaian alat kontrasepsi, dan e. pura-pura belum atau tidak tahu tentang manfaat atau keguanaan alat kontrasepsi. Sementara itu sisa lainnya bentuk resistensinya cenderung tidak langsung yakni meliputi: a. membuat gosip, b. desas-desus, dan c. melakukan intrik Selanjutnya derajat resistensi yang dilakukan oleh responden masih pada tahap yang berkategori sedang (57,67%). Hal ini berarti masih ada kemungkinan untuk dapat mengubah keputusan mereka untuk tetap dapat mengikuti program KB, asalkan ada upaya perbaikan yang memberikan kenyamaan dan keamanan bagi mereka.
Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan resistensi perempuan dalam pemakaian alat kontrasepsi terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi: umur responden, jumlah anak yang lahir hidup, tingkat pendidikan responden, jenis pekerjaan responden dan pasangan, pendapatan dalam keluarga, kedudukan sosial, pengetahuan responden tentang alat-alat kontrasepsi, pengetahuan responden tentang efek samping alat kontrasepsi dan persepsi responden terhadap alat-alat kontrasepsi. Sedangkan faktor eksternal meliputi: peran provider didalam pelaksanaan KB terutama didalam penggunaan alat kontrasepsi, pengambil keputusan penggunaan alat kontrasepsi, ketersediaan tempat pelayanan KB yang dekat dengan rumah responden, dan kualitas layanan KB.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Hukum > Peradilan dan Penyelesaian Sengketa Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Date Deposited: | 18 Nov 2025 02:26 |
| Last Modified: | 18 Nov 2025 02:26 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35618 |
