Wibowo, Fx. Nurwadji SAMBUNGAN RANGKA BATANG COLD FORMED STEEL (2006). [Research] (Unpublished)

Text (Fx. Nurwadji Wibowo)
Dr. Ir. Fx. Nurwadji Wibowo_2006_0001.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (17MB)

Abstract

Komponen-komponen yang terbuat dari cold formed steel ini perlu saling dihubungan antara batang satu dengan batang lainnya pada suatu sambungan sehingga membentuk struktur rangka batang yang dikenal sebagai konstruksi rangka batang baja ringan. Keraguan pengguna memakai cold formed steel adalah pada daerah sambungan, oleh karena itu penelitian di daerah sambungan yang menggunakan self-drilling tapping screww atau alat sambung lainnya masih perlu dilakukan.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen di laboratorium yang mencari mutu bahan cold form steel yang dipakai sebagai profil C, sambungan yang mampu digunakan untuk menghubungkan profil C cold formed steel, jarak ideal ujung profil dengan alat sambung, jumlah dan letak alat sambung manakah yang layak digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan cold formed steel yang dipakai adalah rafter C85 merupakan baja mutu tinggi dengan tegangan tarik putus pada 5152,52 kg/cm² pada perpanjangannya 7,09 %. Rata-rata momen torsi sekrup adalah 1 kg m, kekencangan sekrup melebihi torsi 1 kg m menyebabkan alur drat rusak dan sekrup kendor. Kejadian ini lebih sering terjadi pada sekrup self drilling tapping ukuran #12-14x20 (diameter 5,5 mm) dibanding ukuran #10-16x16 (diameter 4,8 mm), sehingga perlu perhatian khusus pada waktu pemasangan sekrup self drilling tapping. Sekrup self drilling tapping ukuran #10-16x16 (diameter 4,8 mm) dengan jarak tepi ke lubang sama dengan satu kali diameter sekrup ternyata masih belum memenuhi syarat, karena kegagalan terjadi oleh sobeknya plat profil C dari cold formed steel. Bila jarak tepi ke lubang sama dengan satu setengah kali diameter sekrup ternyata sudah cukup, karena sekrup putus pada beban 377,5 kg. Sekrup #12-14x20 (diameter 5,5 mm) dengan jarak tepi ke lubang sama dengan satu kali diameter sekrup telah memenuhi syarat, karena kegagalan terjadi oleh putusnya sekrup pada beban 402,5 kg. Pada jarak tepi ke lubang sama dengan satu setengah kali diameter sekrup terjadi tekuk pada profil C, yang disebabkan oleh kendornya sekrup. Hal ini makin menunjukkan bahwa pemakaian sekrup #12-14x20 (diameter 5,5 mm) riskan terhadap rusaknya drat atau lolosnya sekrup. Kemampuan rivet mendukung beban geser sangat kecil dibandingkan dengan kemampuan sekrup self drilling tapping, yaitu hanya antara 11,8% sampai 22,3% nya, sehingga rivet tidak cocok dipakai sebagai alat sambung dari cold form steel. Sambungan terbaik adalah memakakai empat buah sekrup self drilling tapping mutu tinggi produk lion truss ukuran #12-14x20 dengan posisi penempatan sekrup jajaran genjang yang mampu mendukung beban 2357,5 kg.
Tipe yang potensial dikembangkan adalah memakai kombinasi sekrup self drilling tapping dan mur baut. Sebagian besar kegagalan disebabkan plat dari profil C cold formed steel mengalami sobek atau tekuk yang disebabkan tebalnya kurang, oleh karena itu sebaiknya tebal profil C perlu ditambah dan diseragamkan.

Item Type: Research
Uncontrolled Keywords: Self-drilling tapping screww, cold formed steel, rangka batang baja ringan
Subjects: Civil Engineering > Structure
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Date Deposited: 18 Nov 2025 02:08
Last Modified: 18 Nov 2025 02:08
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35585

Actions (login required)

View Item
View Item