Prihandono, F.X. Bambang Kusumo Dunia Sosial Air: Komoditisasi dan Dampaknya pada Perubahan Sistem dan Struktur Sosial (Studi Kasus di Desa Umbulharjo, Cangkringan dan Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta) (2007). [Research] (Unpublished)
Bambang K. Prihandono_2007_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (7MB)
Abstract
Air adalah pusat material dan budaya dalam sebuah masyarakat. Air tak bisa dipisahkan dari dunia kehidupan sehari-hari umat manusia. Situasi global saat ini, sayangnya. menunjukkan hal yang memprihatinkan. Sumber daya air memasuki situasi krisis sangat serius. Clarke (in Shiva 2003:1) mengungkapkan fakta-fakta penting, pada tahun 1988 telah duapuluh delapan negara menampilkan krisis air; bahkan diprediksi pada tahun 2025 ada 56 negara yang mengalami problem serius kelangkaan air. Lebih dari itu, selama periode 1990-2025 manusia yang hidup dalam krisis sebagai akibat dari kelangkaan air meningkat dari 131 juta menjadi 871 juta penduduk dunia. Berangkat dari persoalan global tersebut, penelitian ini akan mencoba mendaratkan atau paling tidak mencari persoalan-persoalan lokal terkait dengan persoalan sumber daya alam dan ekonomi.
Berbasis studi lapangan di Desa Umbulharjo dan Pakembinangun, air yang mengalir via saluran irigasi tak melulu sebagai persoalan teknis, tapi melebar dan memerlukan dimensi sosio-kultural. Persoalan irigasi adalah sosio-teknis. Bahkan, irigasi tak hanya memerlukan persyaratan sosial, namun juga membawa impak pada dunia sosial seperti terbangunnya organisasi sosial dan moda produksi. Ujung dari segala proses itu adalah perbedaan sistem ekonomi antar wilayah dipengaruhi oleh sistem irigasi.
Irigasi menjadi faktor penting, sebab dalam irigasi itulah air mengalir, menghidupi dan bersentuhan secara nyata dengan dunia sosial masyarakat Desa Umbulharjo dan Pakembinangun. Irigasi mendorong dan juga memerlukan persyaratan sistem sosial. Tak pelak, sistem irigasi pun menciptakan pola-pola organisasi sosial dalam masyarakat.
Namun, seiring dengan merosotnya ketersediaan air, terjadilah perubahan sosial di pedesaan yang luar biasa. Konservasi dan alih kepemilikan lahan adalah ancaman sekaligus faktor struktural terjadinya transformasi desa.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi > Business |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Sosiologi |
| Date Deposited: | 18 Nov 2025 01:08 |
| Last Modified: | 18 Nov 2025 01:08 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35554 |
