Bawono, Baju PERBAIKAN SISTEM KERJA DENGAN METODE TUJUH LANGKAH DI INDUSTRI MANUFAKTUR LOGAM (2012). [Research] (Unpublished)
Baju Bawono_2012_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (12MB)
Abstract
Setiap perusahaan pasti mempunyai tujuan utama yaitu memperoleh keuntungan dari usaha yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Untuk mempertahankan keuntungan perusahaan sampai jangka panjang, maka perusahaan harus melakukan berbagai macam usaha diantaranya dengan mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk.
Selama ini PT. Aneka Adhilogam memiliki masalah dalam mengatur produksinya untuk mengurangi cacat produk yang dihasilkan. Selama ini dalam usaha mengurangi kecacatan dan meningkatkan kualitas produknya, perusahaan ini melakukan pemeriksaan material yang meliputi berat material dan kondisi fisik material, perbaikan cara penyimpanan material, perbaikan proses produksi, melakukan pemeriksaan selama proses produksi dan memeriksa hasil produksi secara seksama.
Kualitas muncul sebagai strategi dikarenakan meningkatnya kesadaran konsumen akan kualitas serta adanya persaingan di dunia industri yang semakin kompetitif. Pada dunia industri, kualitas merupakan masalah yang penting untuk diperhatikan karena dengan adanya kualitas produk yang baik diharapkan dapat memenuhi kepuasan konsumen sehingga perusahaan tidak kalah bersaing dengan pesaingnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Seven Step method. Hasil analisis menunjukkan penyebab terbesar kecacatan adalah produk mengalami keropos. Persentase minimum ketidaksesuaian produk Giboult Joint keropos sebelum perbaikan sebesar 0,045%, sedangkan persentase minimum ketidaksesuaian produk Giboult Joint keropos sesudah perbaikan sebesar 0,01%. Persentase maksimum ketidaksesuaian produk Giboult Joint keropos sebelum perbaikan sebesar 0,109% sedangkan persentase maksimum ketidaksesuaian produk Giboult Joint keropos sesudah perbaikan sebesar 0,034%. Persentase ketidaksesuaian produk Giboult Joint secara keseluruhan sebelum perbaikan sebesar 29,835%, sedangkan persentase ketidaksesuaian produk Giboult Joint secara keseluruhan sesudah perbaikan sebesar 4,077%.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Industrial Engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri |
| Date Deposited: | 14 Nov 2025 04:14 |
| Last Modified: | 14 Nov 2025 04:14 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35553 |
