Brata, Aloysius Gunadi Dampak Beban Ketergantungan Terhadap Tabungan Agregat di Indonesia (2000). [Research] (Unpublished)
Aloysius Gunadi Brata_2000_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (14MB)
Abstract
Sekalipun bukan yang paling utama, tabungan memiliki peran yang penting dalam pembangunan terutama bila dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi karena tabungan merupakan salah satu kunci suksesnya. Oleh sebab itu tabungan banyak mendapatkan perhatian, selain karena tabungan memiliki kaitan secara langsung dengan kesejahteraan masyarakat yang mestinya merupakan tujuan utama dari pembangunan.
Sehubungan dengan itu, banyak kajian dilakukan untuk mengetahui perilaku tabungan. Secara lebih spesifik, faktor atau variabel apa saja yang menentukan perilaku tabungan menjadi perlu untuk diperhatikan dalam rangka meningkatkan atau melakukan mobilisasi tabungan. Salah satu pendekatan terhadap perilaku tabungan adalah dengan melihat dampak dari faktor-faktor demografis yang secara teoritis dikaitkan dengan teori daur hidup (life cycle). Perubahan demografis yang menjadi fokus perhatian dalam penelitian dengan kasus Indonesia tahun 1976-1997 ini adalah perubahan beban ketergantungan.
Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi BPS maupun sumber lainnya terutama ADB. Dalam hal ini digunakan model ekonometri yang umum digunakan dalam studi-studi tentang dampak beban ketergantungan terhadap tabungan, yang dikembangkan pula menjadi beberapa model alternatif sesuai dengan keterbatasan data dan karakteristik khusus indonesia.
Dari hasil estimasi ditemukan bahwa beban ketergantungan, khususnya beban ketergantungan penduduk berumur muda, berdampak negatif terhadap rasio tabungan domestik bruto terhadap produk domestik bruto. Selain itu, juga didapatkan indikasi bahwa pertumbuhan pendapatan, dalam hal ini produk domestik bruto per kapita, memberikan dampak positif terhadap rasio tabungan. Tingkat inflasi terbukti memberikan dampak negatif terhadap tabungan di Indonesia. Sementara itu, perluasan definisi tabungan agregat dengan menambahkan pengeluaran pemerintah untuk sektor pendidikan tidaklah memberikan hasil estimasi yang cukup berbeda. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa sektor pendidikan yang mestinya merupakan sektor dimana investasi modal manusia dilakukan ternyata belum didukung secara menadai oleh pemerintah.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Ekonomi > Pembangunan |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Ilmu Ekonomi |
| Date Deposited: | 14 Nov 2025 04:08 |
| Last Modified: | 14 Nov 2025 04:08 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35526 |
