Wibowo, Fx. Nurwadji PENINGKATAN KANDUNGAN SIO2 ABU AMPAS TEBU DAN EFEKNYA PADA KUAT DESAK BETON (1998). [Research] (Unpublished)
Fx. Nurwadji Wibowo.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (34MB)
Abstract
Harga semen portland yang relatif mahal dan adanya krisis moneter menyebabkan pembangunan makin berkurang, oleh karena itu perlu dicari alternatip lain untuk mengurangi penggunaan semen, yaitu dengan menambah bahan pengikat lain, misalnya pozolan. Pozolan tidak mempunyai sifat semen, tetapi dalam keadaan halus, jika dicampur dengan kapur padam dan air akan mengeras. Berdasarkan proses pembuatannya, pozolan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu pozolan alam dan pozolan buatan. Bahan yang tergolong sebagai pozolan antara lain : tras alam, semen merah, gilingan terak dapur tinggi, abu terbang, dan abu sekam padi. Pozolan yang dapat dicampurkan sebagai bahan tambahan pada adukan beton untuk konstruksi adalah yang mengandung unsur silikat (SiO2) dan aluminat (Al2O3) tinggi, yaitu sekitar 70%.
Indonesia merupakan negara agraris penghasil bahan pangan, seperti padi, tebu, ketela dll, sehingga banyak dijumpai limbah yang merupakan sisa pengambilan bahan pangan. Gabah padi yang diambil berasnya akan menyisakan sekam padi, yang bila dibakar dengan sempurna akan menghasilkan abu sekam padi dengan kandungan unsur silikat mencapai 96,7%. Oleh karena itu pemanfaatan limbah tumbuhan yang diproses menjadi bahan tambahan beton yang murah harganya perlu dibudi-dayakan secara luas.
Pohon tebu ditanam untuk diambil batangnya, yang selanjutnya batang tebu diperas untuk diambil air tebunya guna pembuatan gula pasir Limbah perasan batang tebu awalnya berbentuk ampas, yang kemudian dikeringkan dan digunakan untuk membakar tetes tebu. Limbah pembakaran ampas tebu yang berupa abu ampas tebu tidak digunakan secara khusus, melainkan hanya menjadi bahan buangan. Abu ampas tebu tersebut mempunyai kandungan silikat yang rendah, oleh karena itu perlu ditingkatkan agar unsur silikatnya meningkat dan dapat bermanfaat sebagai pozolan. Indonesia juga mempunyai pegunungan kapur sangat banyak, sehingga kapur harganya relatif murah dan juga perlu dibudi-dayakan secara luas. Oleh karena itu permasalahan dalam penelitian ini yang ingin diteliti adalah : apakah mungkin dilakukan peningkatan kandungan silikat pada abu ampas; bagaimana cara meningkatkan unsur silikatnya; apakah abu ampas tebu yang telah ditingkatkan unsur silikatnya berpengaruh terhadap kuat desak beton, baik yang ditambah kapur padam maupun tidak.
Penelitian ini berhasil meningkatkan kandungan silikat abu ampas tebu yang diperoleh dari sisa penggilingan tebu Pabrik Gula Madukismo, Kabupaten Bantul, DIY, dimana pada mulanya mempunyai kandungan silikat 16,0305%. Setelah dibakar pada temperatur 200°C selama 2 jam diperoleh kandungan unsur silikatnya meningkat menjadi 62,7480%. Abu ampas tebu dapat digunakan sebagai bahan tambahan pada beton, karena penambahan abu sampai 20% menghasilkan kuat desak beton yang lebih tinggi dibandingkan beton normal yang tanpa penambahan abu ampas tebu. Guna melanjutkan penelitian ini masih perlu dicari teknik, temperatur dan lama pembakaran ulang abu ampas tebu yang mampu meningkatkan lebih tinggi lagi kandungan silikat.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | abu ampas tebu, pozolan, kapur, kuat desak beton |
| Subjects: | Civil Engineering > Construction Management Civil Engineering > Structure |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 14 Nov 2025 02:38 |
| Last Modified: | 14 Nov 2025 02:38 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35396 |
