Maryatmo, R. and Soge, Paulinus and Setyawati, E. Yuningtyas and Yulianti, L. Indah Murwani and Twikromo, Y. Argo and Ansusanto, J. Dwijoko PROFIL WISUDAWAN UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA PERIODE II PEBRUARI 1995 (1995). [Research] (Unpublished)
DRS. R. MARYATMO.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (20MB)
Abstract
Universitas Atma Jaya Yogyakarta sebagai salah satu Perguruan Tinggi Katolik di Indonesia berusaha menbantu pemerintah di bidang pendidikan yang menyediakan tenaga tenaga yang bermutu dan terampil untuk dimanfaatkan dalam pembangunan. Selain ilmu pengetahuan dan teknologi, lulusan UAZY diharapkan juga memiliki nilai-nilai hidup manusia yang shadi dan selaras dengan tradisi gereja seperti kehendak bebas, hati nurani dan persaudaraan yang merupakan nilai-nilai hidup yang paling mendasar dan menduduki tempat tertinggi. Agar upaya UAJY tersebut dapat selalu diting-katkan, dalam penelitian ini ingin diungkap bagaimana persepsi wisudawan terhadap proses belajar mengajar yang telah berlangsung seperti disain kuliah, kualitas dosen dan berbagai fasilitas penunjang belajar yang disediakan oleh pihak pengelola universi-tas. Disamping itu diungkap pula kesiapan kerja wisudawan dan pilihan karier selepas dari UAJY serta potensi yang dimiliki wisudawan.
Pada penelitian ini pengumpulan data lapangan dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada seluruh wisudawan UAJY periode Februari 1995 pada saat pendaftaran wisuda, sehingga berhasil dihimpun sebanyak 251 responden. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan analisa statistik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisa dapat diperoleh hasil sebagai berikut:
Pada umumnya tujuan wisudawan Universitas Atma Jaya Yogya karta periode Februari 1995 belajar di perguruan tinggi adalah untuk persiapan bekerja di masa yang akan datang (93,6%). Selama proses belajar mengajar berlangsung, mereka merasa bahwa disain kuliah yang ada di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dirasa baik. Hal ini diungkapkan oleh 70,1 responden yang menyatakan bahwa selama menempuh pendidikan di Universitas mereka dibekali pedoman praktis untuk bekerja di kemudian hari. Disamping itu mereka juga merasa telah dibekali pengetahuan teoritis dan yang berbobot, yang sangat berguna dalam pekerjaan (67.3%). Namun demikian mereka juga merasa bahwa pendidikan di Universitas terlalu banyak teori yang kurang praktis untuk menghadapi persoalan sehari-hari (65.8%)。
Kepuasan wisudawan terhadap fasilitas dan layanan dapat dikaitkan dengan pendapat mereka tentang besarnya biaya studi. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya wisudawan yang puas dengan fasilitas yang didapatkan mengatakan biaya studi sangat murah, wisudawan yang menganggap biaya studi murah hanya terdiri dari wisudawan yang mengatakan puas dan sangat puasi wisudawan yang menganggap agak murah terdiri dari 72.3% yang mengatakan puas; wisudawan yang menganggap mahal terdiri dari 66,6% yang mengatakan puas; dan hanya 44% wisudawan yang mengatakan puas menganggap biaya studi di perguruan tinggi mahal sekali. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang puas dengan fasilitas yang mereka dapatkan cenderung akan mengatakan biaya studi yang telah nereka keluarkan murah. Hasil penelitian ini juga didukung oleh perhitungan Khi kuadrat yang menunjukkan hasil yang signifikan pada taraf uji α=0,25, dimana besarnya tabel atau X2 hitung > X2 tabel atau X2hitung = 15,57814 > X2 0,75 = 14,8.
Hubungan antara komunikasi antar mahasiswa maupun dengan pihak-pihak yang terkait dalam universitas selama wisudawan menempuh pendidikan di PT pada umumnya dipandang cukup baik dan baik. Hal ini terlihat dari besarnya prosentase penilaian wisuda-wan yang cenderung mengatakan cukup baik, baik dan sangat baik terhadap hubungan-hubungan tersebut, yaitu hubungan antar maha-siswa (93%), mahasiswa dengan dosen (86,1%), mahasiswa dengan karyawan (91,2%) dan mahasiswa dengan pengelola universitas (66,5%). Akan tetapi perlu dicatat bahwa sebagian besar wisudawan (50,2%) menilai hubungan mahasiswa dengan alumni UAJY sekali tidak ada dan kurang baik. sama
Beberapa penentu perolehan kerja yang ditawarkan kepada wisudawan UAJY periode Februari dalam penelitian ini menunjukkan bahwa yang utama sebagai penentu adalah ketrampilan lain di luar pengetahuan yang diperoleh selama studi di Perguruan Tinggi (92,8%). Disamping ketrampilan, prestasi akademik (87,3%), pengalaman kerja (84,9%) dan koneksi (83,7%) adalah tiga hal lain yang juga sangat berperan sebagai penentu perolehan kerja. Beberapa penentu perolehan kerja lain yang dikemukakan oleh responden berkaitan dengan perguruan tinggi, yang meliputi nama besar perguruan tinggi asal (74,5%), status Fakultas/Jurusan (76,1%) maupun asal jurusan di Perguruan Tinggi (76,5%), Se-dangkan penentu perolehan pekerjaan lain yang berkenaan dengan. mahasiswa sendiri adalah aktivitas selama mahasiswa (57,8%) dan. lama studi di Perguruan Tinggi (55,0). Beberapa hal yang oleh responden tidak dianggap sebagai penentu perolehan kerja adalah Agama seseorang (61,8%), jenis kelamin (54,2%), pekerjaan/jabatan orang tua (59,4%) dan judul/topik penelitian untuk skripsi (63,3%). Dalam meniti karier ada berbagai hal yang oleh responden dianggap sebagai kunci keberhasilan/kesuksesan. Beberapa hal tersebut antara lain pengetahuan (95.2%), kemampuan bahasa ((90,8%) dan kepribadian (90,0%). Sedangkan hal lain yang juga dikatakan sebagai kunci sukses seseorang baik dalam kerja maupun hidup bermasyarakat berturut-turut meliputi cara bergaul (89,6 %), sifat kepemimpinan (88,4%), daya cipta/kreasi (87,3%), relasi (77,7%), gelar (66,1%) dan dana (57,0%). Beberapa hal yang oleh responden dianggap bukan kunci sukses seseorang adalah agama (62,5%), pandangan politik (52,6%) dan etnik (53,0%).
Sebagian besar wisudawan mempunyai rencana untuk mencari pekerjaan (72,1%) selepas dari UAJY. Kecenderungan tersebut ada kemungkinan berkaitan dengan adanya sebagian besar wisudawan yang belum pernah bekerja (56,2%), walaupun prosentase wisudawan yang pernah bekerja cukup besar pula (37,8%). Apabila dilihat dari gaji pertama yang diharapkan, sebagian besar wisudawan mengharap-kan gaji pertama antara Rp. 400.000,- Rp. 600.000,- (66,2%). Jumlah gaji pertama yang diharapkan tersebut ada kemungkinan berkaitan dengan kesiapan responden dalam memasuki dunia kerja.
Apabila dilihat dari kesiapan wisudawan dalam memasuki dunia kerja, yaitu usaha/kemandirian, kesiapan dalam persaingan dan perencanaan maka dapat dikatakan bahwa para wisudawan cenderung. berada di tingkat sedang dan tinggi. Kriteria rendah, sedang dan tinggi tiap variabel ditentukan berdasarkan jumlah jawaban setuju dan sangat setuju dari seluruh pernyataan dalam kuesioner. Usaha/kemandirian wisudawan berada di tingkat tinggi (43%) dan sedang (35,1%). Kesiapan wisudawan dalam persaingan mempunyai kecenderungan berada di tingkat tinggi (96%)). Sedang untuk perncanaan mempunyai kecenderungan berada di tingkat sedang (62,9%).
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi > Media |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Sosiologi |
| Date Deposited: | 14 Nov 2025 02:47 |
| Last Modified: | 14 Nov 2025 02:47 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35379 |
