Rossy, Anastasya Gisela Cinintya (2025) PERAN ARSITEK DALAM MEMBANGUN DUNIA VIRTUAL DENGAN PENDEKATAN NEUROARCHITECTURE PADA INDUSTRI GAME DAN ANIMASI. Masters thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
215418822_Bab 0.pdf
File Pdf (1MB)
215418822_Bab 1.pdf
File Pdf (297kB)
215418822_Bab 2.pdf
File Pdf (439kB)
215418822_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (305kB)
215418822_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (7MB)
215418822_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (274kB)
215418822_lamp.pdf
File Pdf (311kB)
Abstract
Penelitian ini membahas integrasi prinsip neuroarchitecture ke dalam desain
lingkungan virtual dalam industri game dan animasi. Neuroarchitecture sendiri
merupakan pendekatan yang memadukan arsitektur dan neurosains, dengan tujuan
menciptakan ruang yang secara sadar mampu memengaruhi respons emosional dan
persepsi kognitif manusia.
Lahir dari tuntutan era digital, penelitian ini menyoroti bagaimana dunia virtual
membuka cakrawala baru bagi profesi arsitek. Tidak lagi terbatas pada pembangunan
fisik, arsitek kini memiliki peluang untuk berperan dalam penciptaan dunia digital
yang kompleks dan imersif. Berdasarkan pendekatan kualitatif dan data survei
pengguna, temuan menunjukkan bahwa elemen arsitektural dalam game dan animasi
berdampak terhadap kenyamanan visual, keterlibatan emosional, serta pengalaman
bermain dan menonton secara keseluruhan.
Studi kasus dari berbagai judul seperti Detroit: Become Human, Bloodborne,
Assassin’s Creed, Cyberpunk 2077, hingga Avatar: The Last Airbender
memperlihatkan bagaimana gaya arsitektur baik futuristik, distopia, gotik, maupun
historis mampu menciptakan atmosfer yang kuat, memperdalam narasi, dan
memperkuat koneksi emosional pengguna terhadap dunia virtual.
Tesis ini menegaskan bahwa neuroarchitecture tidak hanya relevan dalam desain
dunia nyata, tetapi juga sangat potensial untuk diterapkan dalam konteks digital. Hal
ini menjadi penting dalam menghadapi dinamika ekonomi dan perkembangan industri
kreatif masa kini, di mana fleksibilitas dan inovasi menjadi kunci. Dengan demikian,
arsitek masa depan perlu memahami bahwa ruang digital adalah bagian dari lanskap profesi yang sah dan menjanjikan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | neuroarchitecture, koneksi emosional, arsitektur digital, game, animasi, pengalaman imersif, dunia virtual. |
| Subjects: | Magister Teknik Arsitektur > Digital Arsitektur |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Magister Teknik Arsitektur |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 04:40 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 04:40 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/34995 |
