Malvino, Alexander Lucky (2025) ANALISIS ASPEK GEOTEKNIK DAN GEOMETRIK JALAN RUTE KOTA WATES, MILIR, SENTOLO. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
210218805_Bab 0.pdf
File Pdf (1MB)
210218805_Bab 1.pdf
File Pdf (531kB)
210218805_Bab 2.pdf
File Pdf (7MB)
210218805_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (2MB)
210218805_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (4MB)
210218805_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (579kB)
210218805_Lamp.pdf
File Pdf (25MB)
Abstract
Kabupaten Kulon Progo, khususnya ruas jalan yang menghubungkan Kota
Wates, Milir, dan Sentolo, memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas
antarkawasan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meningkatnya aktivitas akibat
pengembangan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), sektor industri, dan
pariwisata telah mendorong lonjakan volume kendaraan di wilayah ini.
Perencanaan ini bertujuan untuk mengevaluasi desain eksisting dan aspek
geometris jalan berdasarkan standar yang berlaku, serta menetapkan parameter
geoteknik yang dibutuhkan di tiap segmen. Kajian difokuskan pada identifikasi
penurunan dan daya dukung tanah, evaluasi kestabilan lereng, serta penentuan
tinggi timbunan. Sebagai tindak lanjut, dirancang metode perbaikan atau perkuatan
tanah yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Metode analisis desain eksisting dilakukan melalui evaluasi klasifikasi jalan,
karakteristik umum, serta alinemen horizontal dan vertikal berdasarkan Pedoman
Geometrik Jalan (2021) dan AASHTO 2018. Kajian juga mencakup peninjauan
dimensi penampang jalan untuk memperoleh parameter yang dibutuhkan dalam
perencanaan geoteknik. Perencanaan geoteknik dilakukan melalui interpretasi data
CPT dan SPT untuk menentukan karakteristik tanah yang digunakan dalam
perhitungan penurunan dan daya dukung. Penurunan dianalisis secara teoritis dan
dijadikan dasar dalam desain timbunan. Daya dukung tanah dihitung dengan
pendekatan teoritis dan korelasi data lapangan. Analisis stabilitas lereng dilakukan
dengan perhitungan manual dan menggunakan software GeoStudio, sementara
perkuatan tanah dirancang mengacu pada Pedoman Konstruksi Bangunan (2009).
Hasil analisis menunjukkan bahwa infrastruktur jalan rute Kota Wates-Milir-
Sentolo masuk dalam klasifikasi jalan arteri primer, ditetapkan sebagai jalan raya
(JRY) dan jalan kelas I serta jalan nasional pada medan datar dengan kecepatan
desain sebesar 60 km/jam. Analisis alinemen horizontal juga menunjukkan bahwa
desain eksisting tikungan dan superelevasi jalan telah memenuhi syarat yang
berlaku serta telah sesuai dengan perhitungan berdasarkan standar AASHTO 2018
sebelumnya. Sedangkan desain eksisting alinemen vertikal jalan untuk beberapa
aspek masih belum selaras dengan analisis yang didasarkan dari AASHTO 2018
tersebut, namun secara keseluruhan telah memenuhi syarat yang berlaku.
Kemudian hasil interpretasi data SPT menunjukkan jenis tanah yang dominan
lanau pada sepanjang trase jalan, meskipun hasil CPT menunjukkan tipe yang
cukup berbeda namun jenis tanah dari SPT yang akan digunakan. Perhitungan
penurunan dilakukan per 25 m dan penurunan pada Segmen 2 (STA 23 + 875
sampai STA 23 + 900) Titik 1 (T1) menunjukkan hasil 470 mm sebelum iterasi dan
550 mm setelah iterasi. Perhitungan daya dukung tanah menunjukkan hasil yang
cukup berbeda antara metode yang digunakan, terlepas dari perbedaan tersebut
digunakan hasil yang paling kritis. Namun, hasil daya dukung yang digunakan
kurang dari beban pada tanah sehingga perlu dilakukan perkuatan tanah. Hasil
analisis stabilitas lereng awalnya menunjukan nilai factor of safety sebesar 1,320
yang belum memenuhi syarat aman sebesar 1,5. Sehingga dilakukan proses re-
contouring dan mendapatkan nilai factor of safety sebesar 1,613. Hasil perhitungan
perkuatan tanah juga menunjukkan nilai factor of safety sebesar 2,32 melebihi syarat aman sebesar 1,5.
esain eksisting jalan pada aspek alinemen horizontal dan superelevasi telah
sesuai dengan ketentuan standar AASHTO 2018, sementara pada alinemen vertikal
masih terdapat beberapa ketidaksesuaian meskipun secara umum tetap memenuhi
persyaratan teknis yang berlaku. Hasil interpretasi menunjukkan dominasi tanah
lanau. Kapasitas daya dukung tanah dinilai belum mencukupi terhadap beban
rencana, dan stabilitas lereng awal belum memenuhi kriteria aman. Melalui re-
contouring dan perkuatan, kondisi stabilitas berhasil ditingkatkan hingga
memenuhi persyaratan teknis.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | perancangan jalan, geometrik jalan, Wates–Milir–Sentolo |
| Subjects: | Sipil > Geo Teknik Sipil > Geo Teknik Sipil > Transportasi Sipil > Transportasi |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 22 Oct 2025 04:44 |
| Last Modified: | 22 Oct 2025 04:44 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/34817 |
