Noviyanto, . (2010) PENGARUH PENAMBAHAN CAIRAN RUMEN TERHADAP PRODUKSI GAS BIO DARI FESES SAPI. S1 thesis, UAJY.
0BL00907.pdf
File Pdf (369kB)
1BL00907.pdf
File Pdf (166kB)
2BL00907.pdf
File Pdf (549kB)
3BL00907.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (218kB)
4BL00907.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (658kB)
5BL00907.pdf
File Pdf (858kB)
Abstract
Pembuatan gas bio dari limbah peternakan khususnya kotoran sapi
merupakan salah satu alternatif pemanfaatan limbah organik untuk menggali
potensi bioenergi di Indonesia dan penanganan pencemaran lingkungan yang
ditimbulkan dari kotoran sapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
penambahan mikrobia rumen berupa cairan rumen sapi pada feses sapi terhadap
peningkatan produksi gas bio. Penelitian ini terdiri dari 3 tahapan yaitu tahap
persiapan, tahap orientasi, dan tahap pelaksanaan. Produksi gas bio dilakukan
menggunakan digester tabung gelas kapasitas 4 liter secara anaerob yang
ditampung dalam plastik selama 30 hari. Parameter yang diukur terdiri dari
pengukuran suhu lingkungan dan digester, pengukuran nilai keasaman,
pengukuran volume gas, pengukuran volume gas bio dan pengukuran persentase
gas bio menggunakan Gas Chromatography. Variasi penambahan cairan rumen
sapi adalah sebesar 2,5; 5; dan 7,5% serta tanpa penambahan cairan rumen sapi
dan penambahan starter Degra Simba 5% yang digunakan sebagai pembanding.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Data
yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA menggunakan SPSS versi 14.0 pada
tingkat kepercayaan 95%, sedangkan untuk mengetahui letak beda nyata
antarperlakuan digunakan DMRT. Rata-rata suhu pada penelitian ini adalah
sebesar 27,8°C. Rata-rata nilai keasaman terbaik terdapat pada perlakuan dengan
penambahan cairan rumen 2,5%, yaitu sebesar 6,98. Rata-rata jumlah sel mikrobia
tertinggi terdapat pada perlakuan dengan penambahan cairan rumen 5%, yaitu
sebesar 99,26 sel mikrobia. Rata-rata produksi harian gas bio terbanyak terdapat
pada perlakuan tanpa penambahan cairan rumen, yaitu sebesar 0,3 liter. Persentase
gas metana tertinggi terdapat pada perlakuan dengan penambahan cairan rumen
2,5%, yaitu sebesar 35,08%. Perlakuan tanpa penambahan cairan rumen dapat
menghasilkan rata-rata produksi gas bio harian 0,04 liter lebih baik dibandingkan
dengan perlakuan dengan penambahan cairan rumen 2,5% serta penambahan
cairan rumen sapi sebesar 2,5% dapat meningkatkan produksi gas metana sebesar
3,08% dibandingkan pada perlakuan tanpa penambahan cairan rumen. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan mikrobia rumen berupa cairan
rumen tidak dapat meningkatkan produksi gas bio, tetapi penambahan cairan
rumen sebesar 2,5% memiliki kecenderungan menghasilkan gas metana yang
paling baik.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | Teknobiologi > Tekno Lingkungan |
| Divisions: | Fakultas Teknobiologi > Biologi |
| Date Deposited: | 02 Aug 2013 10:56 |
| Last Modified: | 02 Aug 2013 10:56 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/3481 |
