Larekani, Gracia Dinda Kirana and Daniswara, Hilarius Damar (2025) PERANCANGAN JALAN TELAGA SUMUR – PANTAI SEMBUNG. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Text (Gracia Dinda Kirana L dan Hilarius Damar Daniswara)
210218625-210218570_Bab 0.pdf

File Pdf (2MB)
Text
210218625-210218570_Bab 1.pdf

File Pdf (211kB)
Text
210218625-210218570_Bab 2.pdf

File Pdf (2MB)
Text
210218625-210218570_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)
Text
210218625-210218570_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (164kB)
Text
210218625-210218570_Lamp.pdf

File Pdf (26MB)

Abstract

embangunan jalan memiliki peranan yang sangat vital dalam menunjang konektivitas
antardaerah, khususnya di wilayah yang memiliki potensi pariwisata seperti kawasan Pantai
Sembung, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan ini memiliki potensi
wisata alam yang belum sepenuhnya terakses dengan baik akibat keterbatasan transportasi. Oleh
karena itu, tugas akhir ini bertujuan untuk merancang jalan penghubung antara Telaga Sumur dan
Pantai Sembung sebagai upaya strategis dalam membuka aksesibilitas wilayah dan meningkatkan
pertumbuhan sektor pariwisata setempat. Perancangan jalan ini mencakup tiga aspek utama, yaitu
perancangan geometrik jalan, perencanaan perkerasan jalan, dan evaluasi teknis kondisi tanah serta
kestabilan lereng sepanjang trase yang direncanakan. Dalam hal perancangan geometrik jalan,
dilakukan pendekatan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Nomor 11/PRT/M/2010 tentang Geometrik Jalan Antar Kota, yang mencakup
penentuan elemen-elemen jalan seperti lebar jalur, kelandaian, radius lengkung horizontal dan
vertikal, serta jarak pandang henti. Hasil perancangan geometrik menunjukkan bahwa kondisi
topografi yang cukup bervariasi memerlukan penyesuaian dalam elevasi dan kelandaian jalan agar
tetap memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan berkendara.Selanjutnya, perencanaan
perkerasan jalan dilakukan dengan mempertimbangkan jenis lalu lintas yang diperkirakan serta
kondisi tanah dasar yang bervariasi. Perkerasan yang dirancang mengacu pada metode Analisa
Komponen Struktur Perkerasan Lentur berdasarkan Panduan Bina Marga 2017. Dalam hal ini,
dipilih struktur perkerasan lentur yang terdiri dari lapisan permukaan (aspal), lapisan pondasi atas
(base course), dan lapisan pondasi bawah (subbase course). Ketebalan masing-masing lapisan
ditentukan berdasarkan nilai CBR (California Bearing Ratio) tanah dasar yang diperoleh dari hasil
pengujian laboratorium. Karena sebagian besar trase berada di atas tanah lunak dan berdaya dukung
rendah, maka ketebalan perkerasan didesain lebih besar atau disertai perkuatan tambahan agar
mampu menahan beban lalu lintas serta mencegah deformasi berlebih.
Dalam aspek geoteknik, pengumpulan dan analisis data dilakukan melalui data topografi
yang tersedia dari hasil pengujian tanah di lapangan seperti Standard Penetration Test (SPT) dan
Cone Penetration Test (CPT), serta pengujian laboratorium untuk mengetahui karakteristik tanah.
Penentuan daya dukung tanah menggunakan pendekatan teori Terzaghi dan Meyerhof, sementara
analisis penurunan konsolidasi pada lapisan lempung dan lanau dilakukan untuk memprediksi
deformasi vertikal akibat beban struktur jalan. Hasil analisis menunjukkan adanya beberapa segmen
trase yang memiliki daya dukung tanah di bawah beban kerja rencana serta potensi penurunan
melebihi batas toleransi teknis.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan analisis perbaikan
tanah dengan menggunakan material geosintetik sebagai lapisan perkuatan. Material ini dirancang
mengikuti pedoman dari Panduan Bina Marga tentang Perencanaan dan Pelaksanaan Perbaikan
Tanah secara Geoteknik. Geosintetik terbukti mampu meningkatkan daya dukung tanah dasar dan
mengurangi deformasi vertikal yang berlebihan sehingga dapat memperpanjang umur layanan jalan.
Selain itu, kestabilan lereng dievaluasi menggunakan metode keseimbangan batas, yakni metode
Bishop dan metode Ordinary (Fellenius), untuk menilai kondisi lereng alami dan lereng timbunan.
Hasil analisis menunjukkan sebagian besar lereng berada dalam kondisi aman dengan nilai faktor
keamanan di atas 2,0 untuk kondisi statik, meskipun beberapa lokasi memerlukan penanganan
tambahan seperti perkuatan lereng atau pengurangan sudut lereng.Secara keseluruhan, desain jalan
yang dihasilkan dari studi ini telah mempertimbangkan seluruh aspek teknis mulai dari perencanaan
geometrik, struktur perkerasan, kondisi tanah dasar, hingga kestabilan lereng. Rancangan ini
ditunjukkan tidak hanya memenuhi kriteria teknis keamanan dan kenyamanan, tetapi juga
mendukung keberlanjutan pembangunan wilayah. Dengan terlaksananya pembangunan jalan ini,
dimaksudkan untuk mendukung aksesibilitas menuju Pantai Sembung meningkat secara signifikan,
sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. Selain itu,
hasil perancangan ini juga dapat dijadikan sebagai referensi dalam merancang jalan di wilayah
dengan kondisi geoteknik marginal serupa di masa mendatang.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: perancangan jalan, daya dukung tanah, penurunan, stabilitas lereng, geosintetik.
Subjects: Sipil > Geo Teknik
Sipil > Geo Teknik
Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Date Deposited: 21 Oct 2025 04:13
Last Modified: 21 Oct 2025 04:13
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/34801

Actions (login required)

View Item
View Item