Noor, Hendra Mahdian (2025) PERTUNJUKAN SENI-BUDAYA SEBAGAI PRAKTIK SOSIAL “Kajian Sosiologis terhadap Pelaku Seni Pertunjukan di Desa Borobudur”. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
191007057_Bab 0.pdf
File Pdf (1MB)
191007057_Bab 1.pdf
File Pdf (1MB)
191007057_Bab 2.pdf
File Pdf (2MB)
191007057_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (3MB)
191007057_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (793kB)
191007057_Bab 5.pdf
File Pdf (1MB)
Abstract
Dinamika masyarakat merupakan topik yang tidak pernah habis untuk dibahas.
Sekumpulan individu yang memiliki kekhasannya masing-masing, berkumpul dan berinteraksi
serta mewarisi seperangkat nilai tertentu menjadikan praktik kehidupan sosial di tiap ruang dan
waktu menjadi berbeda antara masyarakat satu dengan yang lainnya. Tidak terkecuali, Desa
Borobudur dengan sekumpulan individu yang khas dengan kekhasan tempatnya sendiri sebagai
bagian dari KSPN di abad 20 ini. Pertemuan antara kultur dan struktur sosial tradisional
masyarakat Jawa, bangunan candi yang sudah ada di abad ssebelumnya, serta derasnya arus
modernisasi sebagai dampak dari kondisi dunia, serta kebijakan politik pemerintah
menghasilkan paduan yang khas jika dibandingkan dengan daerah lainnya, tidak terkecuali
terhadap praktik sosial pelaku seni pertunjukan di desa tersebut. Skripsi ini ditulis dengan
tujuan berupaya “menangkap” praktik sosial pelaku seni pertunjukan di Desa Borobudur.
Dengan menggunakan pendekatan heuristik dari Patton (2015), yang berupaya menggali
praktik sosial dari konsep Pierre Bourdieu (2013) terkait praktik sosial yang dipecah menjadi
konsep arena, habitus dan modal dengan dasar-dasar fenomenologi Husserl (1969). Penelitian
berbasis heuristik ini bukanlah penelitian kualitatif yang mendasari realita semata pada sudut
pandang narasumber, melainkan sudut pandang peneliti sebagai sudut pandang utama
dibersamai oleh para narasumber yang disebut sebagai coresearcher. Penelitian heuristik
menempatkan peneliti dan narasumbernya yang mempunyai persamaan latar belakang untuk
menjalani hidup di ruang dan waktu, mencari makna dan pemahaman bersama (bedeuten).
Praktik sosial para pelaku seni di Desa Borobudur diwarnai dengan akumulasi dan deakumulasi
modal, persinggungan serta peleburan arena yang temporer, serta konstruksi habitus yang lahir
dari persaingan, nilai serta konflik warisan dan latar belakang hidup individu itu sendiri.
Dengan segala “warna” tersebut, praktik sosial terbagi atas kehidupan pelaku seni pertunjukan
yang berfokus pada tujuan dan idealismenya sendiri, serta alam di mana terjadi persaingan
berupa akumulasi dan deakumulasi modal di kalangan para pelaku seni pertunjukan
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | praktik sosial, modal, arena, habitus. |
| Subjects: | Sosiologi > Media |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Sosiologi |
| Date Deposited: | 15 Oct 2025 05:19 |
| Last Modified: | 15 Oct 2025 05:19 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/34735 |
