Listyanti, Pramita Wahyu (2025) PERANCANGAN CULTURAL CENTER DESA WISATA BUGISAN – KLATEN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NARATIF DAN CIRCULAR ECONOMY. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
210118543_Bab 0.pdf
File Pdf (954kB)
210118543_Bab 1.pdf
File Pdf (353kB)
210118543_Bab 2.pdf
File Pdf (1MB)
210118543_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (2MB)
210118543_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (2MB)
210118543_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (72MB)
Abstract
Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, dikenal dengan kekayaan sejarah dan
budaya seperti Candi Plaosan, Festival Candi Kembar, dan tradisi Wiwitan. Tradisi
Wiwitan merupakan ritual syukur menjelang panen yang melibatkan doa di petak sawah
dan persembahan ke Candi Plaosan sebagai ungkapan terima kasih atas hasil panen
yang melimpah. Namun, keterbatasan infrastruktur permanen menghambat
pengembangan potensi budaya dan pariwisata desa, terutama dalam penyelenggaraan
Festival Candi Kembar, yang selama ini masih bergantung pada fasilitas sementara.
Pengadaan Cultural Center di Desa Bugisan diharapkan menjadi solusi untuk
menyediakan wadah permanen yang mendukung kegiatan budaya, pariwisata, dan
ekonomi lokal. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat penyelenggaraan acara besar seperti
Festival Candi Kembar, pelestarian tradisi Wiwitan, edukasi budaya, serta promosi
kerajinan dan produk UMKM masyarakat desa. Dengan memadukan kegiatan seni,
tradisi, dan atraksi wisata dalam satu ruang yang terintegrasi, Cultural Center menjadi
simbol keberlanjutan pelestarian budaya lokal sekaligus pendorong pertumbuhan
ekonomi.
Desain Cultural Center menerapkan pendekatan Arsitektur Naratif dan Circular
Economy. Arsitektur naratif diterapkan dalam penataan massa di cultural center yang
menggambarkan hubungan Candi Plaosan dengan alam sekitarnya dan masyarakatnya
yang melengkapi satu sama lain. Sedangkan circular economy berfokus pada
keberlanjutan dengan memaksimalkan penggunaan sumber daya lokal secara
berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan desa memanfaatkan potensi tradisi, seni,
dan produk lokal sebagai aset wisata jangka panjang. Selain itu juga berfungsi sebagai
pusat interaksi sosial dan ekonomi yang membuka peluang pekerjaan baru bagi
masyarakat, seperti pengelola acara, pengrajin, pelatih seni, hingga pengusaha UMKM.
Dengan adanya Cultural Center, identitas budaya Desa Bugisan dapat
dilestarikan, tradisi turun-temurun seperti Wiwitan tetap hidup, dan masyarakat mendapat
manfaat ekonomi yang lebih merata. Fasilitas ini tidak hanya meningkatkan daya tarik
pariwisata Candi Plaosan dan sekitarnya, tetapi juga mendukung pembangunan desa
secara berkelanjutan melalui sinergi antara pelestarian budaya, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cultural Center, Desa Wisata Bugisan, Circular Economy, Candi Plaosan, Tradisi Wiwitan |
| Subjects: | Arsitektur > Lingkungan Kawasan Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur |
| Date Deposited: | 27 Aug 2025 03:29 |
| Last Modified: | 27 Aug 2025 03:29 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/34423 |
