Nugroho, Yehuda Satrio (2025) PERANCANGAN CULTURAL CENTER DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR REGIONALISME DI KAWASAN BUMIJO, YOGYAKARTA. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Text (Yehuda Satrio Nugroho)
210118485_Bab 0.pdf

File Pdf (516kB)
Text
210118485_Bab 1.pdf

File Pdf (1MB)
Text
210118485_Bab 2.pdf

File Pdf (687kB)
Text
210118485_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)
Text
210118485_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (2MB)
Text
210118485_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (2MB)
Text
210118485_Bab 6.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)

Abstract

Kawasan Bumijo, terutama lahan kosong yang berada di area strategis,
memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang publik yang bermanfaat
bagi masyarakat. Konsep tersebut sangat relevan dalam konteks tantangan budaya
yang saat ini dihadapi Yogyakarta, khususnya terkait generasi muda seperti Gen Z.
Ketertarikan generasi muda terhadap budaya lokal menurun, terlihat dari perubahan
preferensi mereka terhadap bahasa, makanan, dan gaya hidup yang semakin
condong ke budaya asing tanpa proses penyaringan yang memadai. Jika dibiarkan,
kecenderungan ini akan mengancam eksistensi dan kelestarian budaya lokal yang
seharusnya tetap dijunjung tinggi.
Terdapat perilaku negatif di kalangan remaja, seperti aksi "klitih," telah
menjadi perhatian serius karena dapat mengurangi reputasi Yogyakarta sebagai
pusat kebudayaan dan pendidikan. Hal ini berpotensi membentuk stigma negatif
terhadap masyarakat Yogyakarta, mengurangi kepercayaan publik, dan
menghambat perkembangan karakter generasi muda. Maka upaya mengembangkan
potensi anak muda dan mengarahkan energi mereka ke kegiatan yang positif sangat
penting. Peningkatan kesadaran terhadap budaya Indonesia dan penyediaan ruang
untuk berkreasi dalam lingkungan yang sehat diharapkan mampu membentuk
pemahaman yang lebih mendalam tentang identitas budaya.
Cultural Center menjadi sarana generasi muda untuk mengeksplorasi dan
mengasah kemampuan mereka, mendalami budaya lokal, dan berinteraksi dalam
komunitas yang positif. Bangunan ini menerapkan pendekatan regionalisme, yang
menggabungkan elemen lokal dengan konsep modern, sehingga relevan dengan
zaman tetapi tidak menghilangkan nilai tradisional dengan metode kualitatif.
Proyek ini bertujuan untuk mentransformasi lahan kosong di Bumijo menjadi area
produktif yang mampu memenuhi kebutuhan generasi muda dan diharapkan dapat
menjadi bangunan yang mengatasi masalah lost space, dan mendukung pelestarian
budaya lokal melalui kegiatan yang positif dan edukatif.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Pengembangan kawasan, Generasi Muda, Ruang publik, Cultural center, Arsitektur Regionalisme
Subjects: Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Date Deposited: 22 Aug 2025 05:07
Last Modified: 22 Aug 2025 05:07
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/34396

Actions (login required)

View Item
View Item