Pratama, Febryanto and Yoga, David and Pratama, Febryanto (2022) PERANCANGAN BANGUNAN PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN HIDROPONIK DI SLEMAN DARI ASPEK PERPIPAAN DAN SANITASI, FASILITAS JALAN DAN PARKIR, RENCANA ANGGARAN BIAYA PELAKSANAAN DAN PENJADWALAN PROYEK SERTA PENGARUH BANGUNAN TERHADAP BANGKITAN LALU LINTAS PADA JALAN DI SEKITARNYA. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
180217258 180217263 180217281_Bab 0.pdf
File Pdf (343kB)
180217258 180217263 180217281_Bab 1.pdf
File Pdf (247kB)
180217258 180217263 180217281_Bab 2.pdf
File Pdf (1MB)
180217258 180217263 180217281_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
180217258 180217263 180217281_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
180217258 180217263 180217281_Bab 5.pdf
File Pdf (4MB)
Abstract
Proyek pembangunan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Hidroponik memiliki
luas lahan 12000 m2 dan terbagi menjadi 2 gedung, yaitu gedung 1 yang digunakan
sebagai tempat pelatihan dan pengembangan hidroponik dan gedung 2 yang digunakan
sebagai kantor manajemen dan area tamu serta dilengkapi dengan pos satpam dan
mushola. Perancangan dibagi menjadi 3 bab, yaitu perancangan keairan, transportasi dan
manajemen konstruksi. Masing-masing dari perancangan tersebut saling terkait dan
mempengaruhi satu sama lain. Standar perancangan yang dilakukan sesuai dengan
Standar Nasional Indonesia (SNI).
Untuk perancangan keairan difokuskan kepada perpipaan air bersih di dalam
gedung dan drainase air hujan. Pada perancangan perpipaan air bersih, dilakukan terlebih
dahulu perhitungan kebutuhan air bersih dari gedung 1 dan 2 berdasarkan luas bangunan
untuk kemudian ditentukan kapasitas tangki bawah dan tangki atas yang akan digunakan
beserta dengan daya pompa yang digunakan untuk memompa air dari tangki bawah ke
tangki atas. Setelah itu, dilakukan penggambaran isometri perpipaan air bersih di dalam
gedung dari tangki bawah ke tangki atas kemudian dialirkan ke tiap alat plambing yang
digunakan di dalam gedung. Berdasarkan hasil perhitungan, kebutuhan daya pompa pada
gedung 1 adalah sebesar 161,13 watt dan gedung 2 sebesar 22,133 watt. Kemudian untuk
setiap lantai, dilakukan perhitungan nilai headloss (HL) dan headpump (HP) dan
didapatkan bahwa sistem perpipaan yang sudah dirancang belum mempunyai energi yang
cukup untuk mengalirkan air bersih dari tangki atas menuju setiap alat plambing sehingga
dilakukan peninggian elevasi tangki atas sebesar 3,5 meter untuk kedua gedung. Pada
perancangan drainase air hujan, langkah awal yang dilakukan adalah menghitung curah
hujan di sekitar daerah proyek yang bersangkutan, menentukan Daerah Aliran Sungai
(DAS), membuat poligon Thiessen, menghitung parameter statistic curah hujan, dan
pengujian hasil perhitungan statistic curah hujan dengna menggunakan Uji Chi Kuadrat
dan Uji Smirnov-Kolmogorov. Setelah memenuhi syarat, dilakukan perhitungan
intensitas hujan dengan menggunakan metode Mononobe, dilanjutkan dengan
perhitungan dimensi dan penggambaran isometri talang dan perpipaan air hujan, dan yang
terakhir dilengkapi dengna penentuan dimensi drainase. Hasil yang didapatkan dari
perancangan drainase ialah lebar drainase sebesar 0,2 meter, kedalaman saluran sebesar
0,35 meter dan panjang saluran sebesar 254,63 meter.
Pada perencanaan transportasi, dilakukan perhitungan kapasitas jalan dan juga
penentuan kapasitas parkir. Untuk perhitungan kapasitas jalan, terlebih dahulu dilakukan
perhitungan volume kendaraan yang melintas di Jalan Kepuhsari dan Jalan Stadion Baru.
Kemudian setelah hasil survei tersebut diolah, didapatkan bahwa jalan yang bersangkutan
memiliki level of service F di mana arus lalu lintasnya terhambat dan kecepatan
kendaraannya rendah. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan bangkitan lalu lintas
akibat adanya pelaksanaan proyek yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan nilai
kejenuhan (V/C) jalan. Namun setelah dilakukan perhitungan, tidak terjadi peningkatan
yang signifikan dan kedua jalan yang bersangkutan tetap pada level of service F. Namun
tetap perlu dilakukan beberapa antisipasi untuk meniadakan atau mengurangi potensi
terjadinya kemacetan lalu lintas. Kemudian untuk perhitungan kapasitas parkir, dihitung
terlebih dahulu semua lahan parkir yang tersedia pada lokasi proyek. Setelah itu,
dilakukan penentuan satuan ruang parkir, perhitungan kebutuhan ruang parkir minimal,
dan kebutuhan ruang parkir tersedia. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kebutuhan ruang parkir yang tersedia sudah memenuhi kebutuhan ruang parkir minimal dan sudah
memenuhi syarat.
Pada perencanaan manajamen konstruksi difokuskan kepada perhitungan biaya
dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Dimulai dari penentuan
Work Breakdown Structure (WBS) dan kemudian dilanjutkan dengan perhitungan Bill of
Quantity (BOQ) berdasarkan WBS yang telah ditentukan. Setelah itu dilakukan
perhitungan biaya dari BOQ yang telah dihitung sesuai dengan Analisa Harga Satuan
Pekerjaan (AHSP) Pemerintah Yogyakarta Tahun 2018, perhitungan durasi setiap
pekerjaan, ketergantungan antar pekerjaan, penjadwalan setiap sumber daya dan kurva S.
Hasil perencanaan yang didapatkan adalah biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan
proyek yaitu sebesar Rp 20.932.330.765 dan durasi pekerjaan selama 342 hari serta biaya per m2 sebesar Rp 5.128.386.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hidroponik, Drainase, Pipa Air Bersih, Talang, Kebutuhan Air Bersih, Pompa, Level of Service, Bangkitan, Parkir, Durasi, RAB |
| Subjects: | Sipil > Manajemen Konstruksi Sipil > Manajemen Konstruksi Sipil > Hidro Sipil > Hidro Sipil > Struktur Sipil > Struktur |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 30 Apr 2025 03:12 |
| Last Modified: | 30 Apr 2025 03:12 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/34022 |
