Gunawan, Sumiyati and Hadsari, Vienti INFLUENCE OF FINE CONTENT ON LIQUEFACTION RESISTANCE (2024). [Research] (Unpublished)

Text (Sumiyati Gunawan dan Vienti Hadsari)
Laporan Akhir Penelitian Dr. Sumiyati-Vienti.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (1MB)

Abstract

Lapisan pasir tebal, muka air tanah tinggi, kandungan butir halus / lanau sangat bervariasi
sekitar 0,25% sampai dengan 85%, menjadi ciri khas lapisan tanah di Babarsari, Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta, sebagai daerah rawan gempa, membutuhkan faktor
keamanan terhadap likuifaksi yang seringkali menyebabkan kerusakan berat hingga kegagalan
infrastruktur seperti gedung, jembatan, dan lain-lain. Pasir yang mengandung butiran halus
memiliki ketahanan liquifaksi yang lebih besar dibandingkan pasir bersih dengan nilai NSPT
yang sama dan ketahanan terhadap likuifaksi cenderung semakin meningkat dengan semakin
banyaknya kandungan butir halus dalam pasir. Tinjauan ketahanan tanah terhadap likuifaksi,
Cyclic Resistant Ratio (CRR), dan tegangan tanah akibat likuifaksi Cyclic Stress Ratio (CSR),
dari hasil uji 16 titik Standard Penetration Test / SPT di daerah Babarsari Yogyakarta dan
variasi kandungan butir halus pada lapisan pasir akan di analisis dengan metode Idriis &
Boulanger. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kandungan butir halus, FC pada lapisan pasir
sebagai ketahanan terhadap likuifaksi dengan meningkatnya faktor aman. Hasil penelitian ini
memperlihatkan bahwa bertambahnya kandungan butir halus sampai 35% dengan (N1)60CS >
16, meningkatkan CRR, ketahanan tanah terhadap likuifaksi, meningkatkan FS, Safety factor
dan tegangan geser siklik akibat gempa, CSR semakin berkurang.

Item Type: Research
Uncontrolled Keywords: gempa; pasir; butir-halus; ketahanan-likuifaksi
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Date Deposited: 18 Mar 2025 03:25
Last Modified: 18 Mar 2025 03:25
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/33819

Actions (login required)

View Item
View Item