PRIHASTUTI, NOVRIDA (2009) EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP KENDARAAN LAIN (Studi Kasus : Halte Bus Trans Jogja Jl. Mangkubumi (Tugu), Jl. Malioboro (Kepatihan), dan Jl. KHA. Dahlan (Ngadiwinatan)). S1 thesis, UAJY.

Text (Halaman Judul)
0TS11942.pdf

File Pdf (257kB)
Text (Bab I)
1TS11942.pdf

File Pdf (219kB)
Text (Bab II)
2TS11942.pdf

File Pdf (195kB)
Text (Bab III)
3TS11942.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (220kB)
Text (Bab IV)
4TS11942.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (166kB)
Text (Bab V)
5TS11942.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (532kB)
Text (Bab VI)
6TS11942.pdf

File Pdf (237kB)

Abstract

Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan
PT Jogja Trans Tugu (JTT) memberikan solusi untuk perkembangan pengguna
kendaraan pribadi yang semakin meningkat. Angkutan publik yang ada di kota
Yogyakarta yang sudah terlalu jenuh, disisi lain kondisi fisik kendaraan yang
tidak lagi memadai serta faktor keamanan yang kurang terjaga sehingga membuat
masyarakat menjadi enggan menggunakan fasilitas publik ini, dengan
mengoperasikan sistem transportasi massal yaitu dengan mulai dioperasikannya
bus Trans Jogja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi penempatan halte
bus Trans Jogja. Mengetahui pengaruh dari penempatan halte bus Trans Jogja
terhadap kendaraan lain yang melintas di depan halte dilihat dari antrian
kendaraan, kecepatan tempuh kendaraan, headway dan frekuensi bus Trans Jogja.
Pengambilan data dilaksanakan pada hari Senin (27 Oktober 2008), Kamis
(30 Oktober 2008) dan Minggu (2 November 2008) untuk halte di Jalan
Mangkubumi, sementara untuk halte di Jalan Malioboro dan Jalan KHA. Dahlan
dilaksanakan pada hari Senin (3 November 2008), Kamis (6 November 2008) dan
Minggu (2 November 2008), semua dilaksanakan pada jam 06.00-08.00 WIB dan
12.30-14.30 WIB. Data yang diperoleh terutama kecepatan tempuh kendaraan
dianalisis menggunakan program SPSS 16.00 for windows.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa kecepatan tempuh kendaraan
sebelum halte lebih tinggi daripada kecepatan tempuh kendaraan setelah melewati
halte bus Trans Jogja terjadi di halte Jalan Mangkubumi pada hari Senin (06.00-
08.00 WIB dan 12.30-14.30 WIB), Kamis (12.30-14.30 WIB), Minggu (12.30-
14.30 WIB), Jalan Malioboro pada hari Minggu (12.30-14.30 WIB) dan Jalan
KHA. Dahlan pada hari Kamis (06.00-08.00 WIB), Minggu (06.00-08.00 WIB).
Kecepatan tempuh kendaraan sebelum halte lebih rendah daripada kecepatan
tempuh kendaraan setelah melewati halte bus Trans Jogja terjadi di halte Jalan
Malioboro pada hari Kamis (06.00-08.00 WIB dan 12.30-14.30 WIB) dan Minggu
(06.00-08.00 WIB) dan Jalan KHA. Dahlan pada hari Senin, Kamis dan Minggu
(12.30-14.30 WIB). Sementara untuk halte bus Trans Jogja di Jalan Mangkubumi
pada hari Kamis dan Minggu (06.00-08.00 WIB), Jalan Malioboro pada hari
Senin (06.00-08.00 WIB dan 12.30-14.30 WIB) dan Jalan KHA. Dahlan pada hari
Senin ((06.00-08.00 WIB) perbedaan kecepatan tempuh kendaraan sebelum halte
dengan setelah melewati halte cukup kecil sehingga dianggap tidak ada perbedaan
kecepatan tempuh kendaraan.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: halte, kendaraan, kecepatan tempuh, waktu antrian
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Date Deposited: 22 Jul 2013 09:36
Last Modified: 22 Jul 2013 09:36
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/3299

Actions (login required)

View Item
View Item