SEPTIANTO, WAWAN (2010) PUSAT SHOWROOM OTOMOTIF DI TULANG BAWANG-LAMPUNG. S1 thesis, UAJY.

Text (Halaman Judul)
0TA12284.pdf

File Pdf (1MB)
Text (Bab I)
1TA12284.pdf

File Pdf (190kB)
Text (Bab II)
2TA12284.pdf

File Pdf (494kB)
Text (Bab III)
3TA12284.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (700kB)
Text (Bab IV)
4TA12284.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (4MB)
Text (Bab V)
5TA12284.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (7MB)
Text (Bab VI)
6TA12284.pdf

File Pdf (2MB)

Abstract

Tulang Bawang dengan Ibukota Menggala adalah salah satu kabupaten di
propinsi Lampung. Sebagian besar pendapatan penduduk Tulang Bawang
merupakan hasil dari perkebunan karet, kelapa sawit, dan selebihnya adalah dari
hasil pertanian serta tambak, ditinjau dari aspek perekonomian Tulang Bawang
memiliki potensi pendapatan daerah yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan
kabupaten lainnya, ini terbukti dengan perkembangan sarana dan prasarana
pemerintahan dan pusat perekonomian yang signifikan. Mobilitas perpindahan
barang dan jasa serta manusia yang padat mendorong usaha jasa dan transportasi
berkembang pesat, sehingga untuk memfasilitasi dan mengakomodasi kebutuhan
tersebut maka, melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2009-2029
Lampung menetapkan kabupaten Tulang Bawang sebagai pusat tempat usaha
Showroom dan jasa.
Dari fakta dan kondisi yang ada di kabupaten Tulang Bawang saat ini,
pemerintah daerah (pemda) merencanakan untuk membuat Showroom yang
terpadu baik lokasinya maupun fasilitas pelayanannya. Sedangkan berdasarkan
tuntutan yang diperlukan bagi pengusaha dan konsumen, maka permasalahan
yang harus diselesaikan yaitu keberadaan tempat pusat usaha Showroom yang
atraktif dan efisien sehingga dapat memberikan keuntungan yang besar kepada
pengusaha/ investor dan kemudahan bagi konsumen yang akan memilih dan
membeli barang (mobil) yang ingin dibelinya.
Dalam perancangan Pusat Showroom Otomotif di kabupaten Tulang
Bawang-Lampung hendaknya memberikan kemudahan, keamanan, serta
kenyamanan, melalui pengolahan elemen tata letak dan tata rupa ruang. Dalam hal
ini adalah kenyamanan aksesibilitas dan visualisasi dalam memahami pesan yang
disampaikan melalui wujud bangunan tersebut. Pendekatan yang digunakan yaitu
Legibility dan Visual appropriatness Benley dalam pengolahannya agar memiliki
daya tarik bagi pengguna (atraktif) dan memenuhi tuntutan aspek efisiensi ruang.
Dalam menyelesaikan permasalahan maka, konsep yang dikembangkan
meliputi konsep penataan ruang meliputi jarak pandang yang proporsional bagi
pengunjung melihat objek (mobil) yang dipamerkan, jarak antar objek mempunyai
skala dan proporsi gerak manusia, sehingga konsumen dapat melihat seluruh
bagian dari objek, kombinasi susunan objek memakai susunan linier dan radial
sehingga memudahkan penempatan cs (Costumer service) dalam melayani
konsumen, keberadaan ruang tunggu bersama yang dapat mengakses secara visual
dan gerak ke berbagai arah pelayanan, keberadaan pelayanan penunjang dengan
suasana yang atraktif (café, minimarket, dan area club), sehingga pesan yang
disampaikan melalui wujud bangunan dapat diterima dengan baik. dalam hal ini
menarik pengunjung untuk datang dan menikmati serta melakukan aktivitas
sekaligus sebagai sarana untuk rekreasi. nantinya diharapkan proyek ini dapat
menjadikan kabupaten Tulang Bawang menjadi kabupaten yang mandiri dan
mempunyai karakter kawasan yang mampu mengakomodasi kepentingankepentingan
usaha Showroom dan jasa.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Date Deposited: 22 Jul 2013 11:52
Last Modified: 22 Jul 2013 11:52
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/3289

Actions (login required)

View Item
View Item