Kenedy, Robertus (2010) JARINGAN SOSIAL INDUSTRI KECIL (Studi Kasus tentang Modal Sosial dalam Pembentukan Jaringan Sosial di Sentra Industri Kerajinan Kulit di Dusun Manding, Desa Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta). S1 thesis, UAJY.

Text (Halaman Judul)
0SOS01590.pdf

File Pdf (2MB)
Text (Bab I)
1SOS01590.pdf

File Pdf (172kB)
Text (Bab II)
2SOS01590.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (86kB)
Text (Bab III)
3SOS01590.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (147kB)
Text (Bab IV)
4SOS01590.pdf

File Pdf (99kB)

Abstract

Industri kecil merupakan salah satu basis ekonomi masyarakat, dan karena itu
perlu adanya upaya pengembangan. Salah satu upaya pengembangan itu adalah
dengan adanya kerja sama di antara semua stakeholder dalam pengelolaannya. Kerja
sama tersebut terjadi karena adanya jaringan sosial di antara mereka. Sehubungan
dengan itu, peneliti bermaksud mencermati pembentukan jaringan sosial yang ada di
Sentra Industri Kerajinan Kulit Manding. Pertanyaan penelitian ini adalah
“Bagaimana pembentukan jaringan sosial di Sentra Industri Kerajinan Kulit di Dusun
Manding, Desa Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta.” Tujuan penelitian ini adalah memberikan deskripsi tentang
pembentukan jaringan sosial yang dimaksud. Pendekatan penelitian ini adalah
kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan pengamatan langsung.
Berdasarkan pengamatan dan wawancara pola jaringan sosial di dalam industri
Manding mencakup informal dan formal. Jaringan sosial informal terjadi di antara
pihak-pihak internal, yaitu antara pengusaha dengan pengusaha dan pengusaha
dengan pengrajin. Jaringan sosial formal terjalin di antara pengusaha dengan pihakpihak
eksternal seperti bank dan pemerintah. Jaringan sosial antara pengusaha dengan
pembeli atau pemesan berlangsung menurut norma pasar. Pembentukan jaringan
sosial internal terjadi melalui suatu interaksi sosial yang lama dan mendalam (akrab).
Sementara jaringan pengusaha dengan bank dan pemerintah berdasarkan aturanaturan
birokrasi perbankan dan pemerintah. Pembentukan jaringan sosial antara
pengusaha dengan pembeli atau pemesan terjadi melalui mekanisme pasar. Jaringan
di antara pengusaha dengan pengusaha, dan pengusaha dengan pengrajin dikukuhkan
melalui Paguyuban Karya Sejahtera. Paguyuban tersebut menjadi wadah kerja sama
dan gotong royong di antara mereka.
Berdasarkan data-data tersebut, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pola
jaringan sosial yang ada di Sentra Industri Kerajinan Kulit Manding bersifat informal
sekaligus formal, dengan cakupan internal sekaligus ekternal. Pembentukannya
melalui interaksi dan komunikasi yang mendalam di antara para pelibat yang
melahirkan adanya kepercayaan di antara mereka, yang merupakan modal sosial
jaringan itu sendiri. Paguyuban Karya Sejahtera merupakan jaringan kerja sama di
antara para pelibat jaringan sosial internal, yaitu pengusaha dan pengrajin. Tujuan
mendasar dari jaringan sosial tersebut adalah mempertahankan dan mengembangkan
kegiatan industri kecil kerajinan kulit. Sejauh ini, jaringan sosial yang ada
memberikan optimisme terhadap pencapaian tujuan tersebut.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: industri kerajinan kulit, jaringan sosial,modal sosial
Subjects: Sosiologi > Business
Divisions: Fakultas ISIP > Sosiologi
Date Deposited: 19 Jul 2013 10:06
Last Modified: 19 Jul 2013 10:06
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/3258

Actions (login required)

View Item
View Item