Manurung, Mercy Grace Olivia (2024) PANOPTIKON DALAM BUDAYA PENGGEMAR MUSIK KOREAN POP (Studi Netnografi Penggemar BTS di Media Sosial Twitter). S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
180906766_Bab 0.pdf
File Pdf (1MB)
180906766_Bab 1.pdf
File Pdf (881kB)
180906766_Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (571kB)
180906766_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (6MB)
180906766_Bab 4.pdf
File Pdf (1MB)
Abstract
Sebagai kelompok penggemar dari grup Korean Pop BTS, ARMY melakukan berbagai
aktivitas untuk menunjukkan dukungannya kepada idolanya, seperti streaming dan voting.
ARMY dalam melakukan aktivitas ini saling berkomunikasi dan menuntut ARMY lainnya
melalui Twitter agar dapat bersama-sama mencapai target-target yang telah ditetapkan. Twitter
adalah media sosial yang memiliki fitur-fitur, seperti tweet dalam bentuk foto, video, dan teks
dengan maksimal 280 karakter, retweet, quote retweet, like, reply, direct message, trending
topic, topic, dan mention.
ARMY dalam Twitter dapat memfungsikan akun mereka menjadi personal account,
cyber account, roleplay account, fan account, autobase account, dan lain-lain. Tuntutan yang
disebar melalui Twitter ini dapat membuat ARMY lain merasa tidak berdaya dan merasa bukan
penggemar “asli” jika tidak memenuhi tuntutan dan mencapai target yang telah dibuat. Hal ini
dapat membuat ARMY seolah-olah merasa diawasi dalam melakukan aktivitasnya sebagai
penggemar. Hal ini yang kemudian memicu terjadinya panoptikon dalam ARMY.
Penelitian ini bertujuan untuk membongkar bagaimana panoptikon yang terjadi dalam
budaya konsumsi musik penggemar BTS di media sosial Twitter. Jenis penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian netnografi.
Berdasarkan hasil dari penelitian, panoptikon dapat terjadi dalam penggemar KPop seperti
ARMY di media sosial sebagai bentuk dari panoptikon virtual. Menurut ARMY di Twitter dan
ketiga narasumber yang diwawancarai, melakukan voting dan streaming untuk BTS dan
mengajak ARMY lain melakukan hal yang serupa adalah sistem yang dinormalisasi menjadi
budaya penggemar.
Meskipun pada praktiknya di dunia nyata ada beberapa ARMY yang menunjukkan
ketidaksetujuaan mereka terhadap voting dan streaming menjadi budaya penggemar yang
wajib dilakukan oleh ARMY. Namun, mayoritas ARMY menyetujui voting dan streaming
menjadi budaya penggemar yang wajib dilakukan oleh ARMY, melakukannya, mengajak, dan
menuntut ARMY lain untuk melakukan hal yang sama. Maka dari itu, hal ini yang kemudian
dapat membuat ARMY berada dalam penjara panoptikon dan menempatkan ARMY ke dalam
dua peran yang dapat mereka miliki dan lakukan secara berdampingan, yakni pengawas dan yang diawasi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | BTS, ARMY, Budaya Penggemar, Panoptikon, Twitter |
| Subjects: | Komunikasi > Kajian Media |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi |
| Date Deposited: | 04 Jun 2024 13:30 |
| Last Modified: | 04 Jun 2024 13:30 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/31769 |
