Nugrahanto, Cornelius Septian (2021) LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN COTTAGE TERPADU DI DUSUN GERUPUK, LOMBOK TENGAH MELALUI PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Text (Cornelius Septian Nugrahanto)
170117045_Bab 0.pdf

File Pdf (918kB)
Text
170117045_Bab 1.pdf

File Pdf (896kB)
Text
170117045_Bab 2.pdf

File Pdf (994kB)
Text
170117045_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)
Text
170117045_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)
Text
170117045_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (3MB)
Text
170117045_Bab 6.pdf

File Pdf (1MB)

Abstract

Daerah di Nusa Tenggara Barat yang mengalami lonjakan wisata adalah di
Lombok, dengan meningkatnya tingkat kunjungan wisata tersebut Lombok khususnya di
Kabupaten Lombok Tengah difokuskan untuk menjadi kawasan pengembangan tingkat
internasional yaitu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pengembangan ini
didukung dengan adanya fasilitas sirkuit yang akan digunakan untuk penyelenggaraan
event MotoGP pada tahun 2022.
Dengan semakin meningkatnya tingkat pertumbuhan wisata di NTB dan adanya
pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok
Tengah maka dibutuhkan sebuah fasilitas yang mampu untuk mendukung permasalahan
tersebut, antara lain sebuah fasilitas penginapan. Penginapan yang memiliki penataan ruang
yang baik, fasad yang menarik, dan letak yang strategis akan dapat menambah keuntungan
bagi para wisatawan nantinya. Dusun Gerupuk merupakan bagian dari Desa Sukanda yang
memiliki lokasi strategis. Dusun Gerupuk melalui kebijakan pemerintah setempat
difokuskan untuk menjadi salah satu pengembangan desa wisata Mandalika yang berfokus
pada pengembangan wisata minapolitan dan wisata kuliner yang memiliki nilai kearifan
lokal.
Konsep Cottage terpadu merupakan sebuah konsep arsitektur yang digunakan
sebagai konsep perencanaan fasilitas penginapan di Dusun Gerupuk. Tipologi cottage
dipilih karena cottage memiliki ciri dan kesan yang ramah lingkungan dan bersifat inklusif,
sehingga jika membangun fasilitas penginapan di Dusun Gerupuk diharapkan mampu
menjaga kelestarian lingkungan dan tetap mempertahankan koneksi dengan desa wisata
tersebut. Prinsip terpadu yang diterapkan pada konsep cottage terpadu adalah mampu
memfasilitasi kegiatan masyarkat setempah atau menjual hasil bumi khas dusun yang dapat
diperkenalkan kepada wisatawan yang akan menginap di cottage nantinya. Melalui
pendekatan neo-vernakular konsep desain cottage terpadu akan mengangkat nilai-nilai dari
kebudayaan arsitektur Sasak yang mampu menjadi point interest tersendiri pada konsep
desain cottage, dan merupakan upaya guna mengangkat kearifan lokal yang ada di
masyarakat adat Sasak, khususnya di Dusun Gerupuk.
Penerapan desain antara lain adalah dimulai dari penataan siteplan yang akan
mengadaptasi filosofi pola perkampungan adat Sasak. Orientasi bangunan terhadap pusat
poros Gunung Rinjani menjadi pertimbangan penataan kawasan penginapan. Fasad
bangunan menghadap kearah timur dan barat memiliki filosofi bangunan menghasilkan
susasana baik di dalam ruangan. Pola penataan ruang dalam mengadaptasi dari nilai filosofi
bangunan adat bale langgak, pembagian zonasi secara vertikal (sakral-sakral profan-
profan) dan horizontal pada zonasi ruang cottage. Konsep fasad bangunan yang memiliki
tinggi tritisan yang rendah memiliki filosofi bahwa pengunjung harus menghormati
pemiliki rumah. Dari beberapa penerapaan tersebut diharapkan wisataawan yang menginap
di cottage ini dapat merasakan suasanan dan nilai filosofi yang terkandung pada tiap sudut bangunan.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: cottage, fasilitas terpadu, neo-venakular, arsitektur sasak
Subjects: Arsitektur > Teknologi Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Teknologi Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Date Deposited: 19 Mar 2024 10:43
Last Modified: 19 Mar 2024 10:43
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/31458

Actions (login required)

View Item
View Item