Pamungkas, Satrio Adi (2023) TINDAKAN TOKOH MASYARAKAT DALAM MEMBENTUK PENGELOLAAN SAMPAH DI DUSUN BALANGAN, CANGKRINGAN, YOGYAKARTA. S1 thesis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
181006726_Bab 0.pdf
File Pdf (1MB)
181006726_Bab 1.pdf
File Pdf (978kB)
181006726_Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (895kB)
181006726_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (977kB)
181006726_Bab 4.pdf
File Pdf (1MB)
Abstract
Permasalahan sampah di Indonesia merupakan permasalahan yang sangat
besar, dimana setiap harinya individu akan menghasilkan sampah baik itu sampah
organik maupun anorganik. Di Yogyakarta, penerapan kebijakan bahwa TPA hanya
menerima sampah anorganik menjadikan adanya pengelolaan sampah pada setiap
daerah sangatlah penting. Penelitian ini akan membahas mengenai tindakan sosial
tokoh masyarakat dalam membentuk pengelolaan sampah di Dusun Balangan serta
menyajikan data mengenai pemaknaan sampah oleh tokoh masyarakat dan warga
Dusun Balangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
deskriptif dengan pengumpulan data melalui metode wawancara, observasi secara
langsung dan mendalam, studi literatur, dan dokumentasi dari beberapa dokumen
penelitian terdahulu. Subyek dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat dan
warga Dusun Balangan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga
tahapan, yaitu reduksi data, penarikan kesimpulan, dan penyajian data. Dalam
temuan, peneliti menemukan tiga temuan dan pembahasan pokok. Pertama, terjadi
perbedaan antara oleh tokoh masyarakat dan warga Dusun Balangan dalam hal
pemaknaan sampah yang menghasilkan pengelolaan sampah tidak berjalan dengan
maksimal dalam hal pemilahan sampah. Melalui setiap pertemuan “malam minggu
pon-an” tokoh masyarakat mendorong warga untuk memiliki pemaknaan bersama
bahwa sampah akan menjadi berkah dengan pengelolaan yang baik dan benar.
Kedua, tindakan sosial yang dilakukan oleh tokoh masyarakat dalam membentuk
pengelolaan sampah di Dusun Balangan terdiri dari, 1) Tokoh masyarakat Dusun
Balangan memiliki kebiasaan memilah sampah secara mandiri sehingga
mewajibkan warga untuk memilah sampah secara mandiri agar bisa menjadi
kebiasaan baru (tindakan tradisional), 2) Perasaan malu dan tidak nyaman yang
dirasakan tokoh masyarakat atas tindakan warga yang membuang sampah
sembarangan, ikut mendasari terbentuknya pengelolaan sampah di Dusun Balangan
(tindakan afektif). 3) Terbentuknya pengelolaan sampah memiliki tujuan untuk
menciptakan lingkungan Dusun Balangan yang bersih dan juga untuk merubah
tindakan warga agar tidak kembali membuang sampah dengan sembarangan.
Tujuan tersebut didorong dengan ketersediaan alat dan sarana berupa TPS Dusun
Balangan, Kendaraan roda 3 utnuk mengangkut sampah, dan Ember-ember sebagai
media pemilahan sampah disetiap rumah warga (tindakan rasionalitas bertujuan).
4) Tokoh masyarakat Dusun Balangan menilai penting pengelolaan sampah untuk
menunjang kesehatan warga Dusun Balangan (tindakan rasionalitas nilai). Ketiga,
terkait dengan pengelolaan sampah di Dusun Balangan, pengurangan sampah yang
dilakukan adalah tidak menggunakan barang sekali pakai dan merubah sampah
organik menjadi pupuk kompos. Pemanfaatan yang dianjurkan tokoh masyarakat
adalah dengan menjual sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis guna
membantu menutup biaya operasional pengelolaan sampah. Kegiatan penanganan
sampah di Dusun Balangan adalah dengan melakukan pemilahan secara mandiri
oleh warga dari rumah, pengangkutan sampah dari rumah menuju TPS dengan
menggunakan roda 3 milik Dusun Balangan, dan pengangkutan sampah dari TPS
menuju TPA Yogyakarta dibantu oleh DLH Kabupaten Sleman.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tindakan sosial, tokoh masyarakat, pengelolaan sampah. Makna sampah, tujuan pengelolaan sampah. |
| Subjects: | Sosiologi > Media |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Sosiologi |
| Date Deposited: | 24 Nov 2023 10:31 |
| Last Modified: | 24 Nov 2023 10:31 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/30604 |
