TANGDIONGGA, HILERY HIZKIA LUMALAN (2023) PERANCANGAN STRATEGI PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MEMINIMUMKAN KECACATAN PRODUK UBIN PT X. S1 thesis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Text (HILERY HIZKIA LUMALAN TANGDIONGGA)
19 06 10386 0.pdf

File Pdf (510kB)
Text
19 06 10386 1.pdf

File Pdf (165kB)
Text
19 06 10386 2.pdf

File Pdf (695kB)
Text
19 06 10386 3.pdf

File Pdf (395kB)
Text
19 06 10386 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (144kB)
Text
19 06 10386 5.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)
Text
19 06 10386 6.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (3MB)
Text
19 06 10386 7.pdf

File Pdf (1MB)

Abstract

CV X adalah perusahaan manufaktur furnitur rumah tangga yang memproduksi
ubin, bathtub, wastafel, dan kitchen set. Permasalahan yang dialami pada CV X
adalah proses pengendalian kualitas belum berjalan dengan baik. Proses
pengendalian kualitas yang dilakukan di CV X belum memiliki standar yang tepat
dan pekerja produksi ubin bekerja berdasarkan pengalaman kerja sehingga
pekerja memiliki kebiasaan berbeda karena belum ada panduan untuk bekerja
diakibatkan oleh sistem kerja kontrak selama seminggu. Pekerja yang tidak
menetap berdampak pada kualitas produk ubin yang dihasilkan berbeda pada
masing-masing pekerja. Pengecekan ubin dilakukan setelah ubin dicetak dan
diangkat dari bak perendaman, tetapi pengecekan ubin tidak disertai oleh
pencatatan data cacat harian. Berdasarkan hasil penelitian selama 42 hari kerja,
terdapat proporsi kecacatan ubin sebesar 14,63% atau sebanyak 1567 ubin dari
total produksi ubin yaitu 10708 ubin.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian diawali dengan melakukan
observasi dan pengambilan data produksi ubin. Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan metode statistical process control dengan memanfaatkan seven
basic tools of quality yaitu pareto chart, control chart, dan fishbone diagram.
Jumlah ubin cacat berdasarkan jenis kecacatan dianalisis menggunakan seven
tools of quality yaitu diagram pareto dan diperoleh hasil jenis kecacatan ubin
terbanyak adalah cacat motif sebanyak 580 ubin, cacat grumpil sebanyak 530
ubin, dan retak rambut sebanyak 450 ubin. Berdasarkan hasil analisis p-chart,
produksi ubin belum terkendali karena terdapat tiga periode yang melewati batas
kendali atas. Masing-masing jenis kecacatan dianalisis akar penyebabnya
menggunakan fishbone diagram. Hasil dari fishbone diagram adalah belum ada
SOP, kelelahan tukang, dan pembagian kerja belum merata.
Alternatif solusi diperoleh dengan penilaian stakeholder berdasarkan parameter
kemampuan karyawan, kemudahan implementasi, dan waktu implementasi.
Alternatif solusi yang diterapkan yaitu yaitu membuat SOP (Standar Operasional
Prosedur) untuk setiap proses produksi ubin, SOP proses pengendalian kualitas,
pembuatan job description, perubahan jam istirahat kerja, pembuatan check sheet
produk ubin. Hasil dari implementasi yang dilakukan selama 18 hari kerja adalah
proporsi kecacatan ubin turun menjadi 9,80% atau sebanyak 304 ubin cacat dari
total produksi ubin sebesar 3103 ubin. Jenis kecacatan yang ditemukan setelah
implementasi adalah cacat motif sebanyak 110 ubin, retak rambut sebanyak 103
ubin, dan grumpil sebanyak 91 ubin. Perusahaan dapat menghemat biaya
kerugian ubin reject sebesar Rp 81.683 atau 54,73% per hari. Jika perusahaan
melanjutkan implementasi solusi, perusahaan dapat menghemat sebesar Rp
2.450.476 dalam 30 hari.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: pengendalian kualitas, ubin, standar operasional prosedur, statistical process control, seven tools of quality, job description
Subjects: Teknik Industri > Produksi
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri
Date Deposited: 12 Oct 2023 14:38
Last Modified: 12 Oct 2023 14:38
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/30189

Actions (login required)

View Item
View Item