SAPUTRA, ANDREAN (2009) PUSATPELATIHANDANPENGEMBANGANKETERAMPILANBAGIREMAJATUNAWISMADIYOGYAKARTA. S1 thesis, UAJY.

Text (Halaman Judul)
0TA12211.pdf

File Pdf (336kB)
Text (Bab I)
1TA12211.pdf

File Pdf (1MB)
Text (Bab II)
2TA12211.pdf

File Pdf (404kB)
Text (Bab III)
3TA12211.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (193kB)
Text (Bab IV)
4TA12211.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (8MB)
Text (Bab V)
5TA12211.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (6MB)
Text (Bab VI)
6TA12211.pdf

File Pdf (2MB)

Abstract

Remaja merupakan “aset” penting bagi suatu Negara, termasuk Indonesia. Namun,
seperti yang kita ketahui, banyak kaum remaja di Indonesia terutama di Yogyakarta
menjadi tuna wisma (gelandangan). Padahal, di usia remaja mereka seharusnya masih
perlu menerima pendidikan dan bimbingan. Usia remaja merupakan tingkat usia dimana
kecepatan penangkapan seseorang dan penerimaan akan sesuatu berkembang pesat,
termasuk daya cipta dan kreasinya. Maka, kaum remaja harus dilatih dan diberi
rangsangan agar daya kreasi tersebut dapat tersalurkan dengan baik, begitu pula
dengan karakter kreatif dan dinamisnya. Oleh karena itu, perlu dibangun Pusat Pelatihan
dan Pengembangan Keterampilan Bagi Remaja Tuna Wisma di Yogyakarta.
Pusat Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Bagi Remaja Tuna Wisma di
Yogyakarta dirancang dengan mewujudkan ekspresi remaja yang kreatif dan dinamis ke
dalam bangunan. Pencapaian wujud ekspresi kreatif dan dinamis tersebut ditampilkan
pada pengolahan bentuk (wujud) bangunan, sirkulasi, dan tata ruang dalam bangunan.
Dengan beradasarkan pada karakter kreatif yang terdapat di dalam diri para remaja,
maka Tahapan Perkembangan Kreativitas dipilih sebagai pendekatan yang membantu
mewujudnyatakan karakter remaja tersebut dalam bangunan Pusat Pelatihan dan
Pengembangan Keterampilan Bagi Remaja Tuna Wisma di Yogyakarta.
Karakter remaja yang kreatif dan dinamis yang ditampilkan pada pengolahan bentuk,
sirkulasi, dan tata ruang dalam, diwujudkan dengan elemen – elemen penting dalam
arsitektur yaitu : garis, warna, dan cahaya. Ketiga elemen ini diterapkan pada bentuk,
ruang – ruang sirkulasi, serta ruang – ruang dalam yang telah dibagi dan dikelompokkan
sesuai dengan karakter dari setiap tahapan perkembangan kreativitas. Karakter setiap
tahap kemudian disesuaikan dengan karakteristik garis, warna, dan cahaya sehingga
setiap tahap memilki karakteristik garis, warna, dan cahaya yang berbeda.
Penggabungan karakter tahapan perkembangan kreativitas dan karakteristik ketiga
elemen inilah yang membentuk dan mewujudkan karakter kreatif dan dinamis remaja ke
dalam bangunan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Date Deposited: 12 Jul 2013 10:58
Last Modified: 12 Jul 2013 10:58
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/2998

Actions (login required)

View Item
View Item