Hadiana M, Christina Arief Tri (2023) MAKNA TRADISI NYADRAN DUSUN KEMIRI, TEMANGGUNG (STUDI ETNOGRAFI). S1 thesis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
195503071_Bab 0.pdf
File Pdf (578kB)
195503071_Bab 1.pdf
File Pdf (281kB)
195503071_Bab 2.pdf
File Pdf (307kB)
195503071_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (266kB)
195503071_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (391kB)
195503071_Bab 5.pdf
File Pdf (306kB)
Abstract
Tradisi ritual nyadran yang telah berlangsung sejak terjadinya perpindahan
kebudayaan dari jaman Hindu menuju jaman Islam di tanah Jawa, pada saat itu
telah terjadi akulturasi budaya yang dilakukan oleh Wali Songo. Beberapa daerah
di Jawa, nyadran merupakan kebudayaan yang dilakukan, dipimpin oleh
pemimpin agama Islam, meskipun diikuti dan dihadiri oleh lintas agama dan
budaya. Berbeda dengan yang terjadi di dusun Kemiri, Kaloran, Temanggung
terjadi tradisi, ritual nyadran bersama lintas budaya dan agama yang menarik
untuk diamati bagaimana pemaknaan oleh penduduk dusun Kemiri terhadap
pelaksanaan tradisi ritual nyadran bersama.
Tahun 1965 Indonesia mengalami konflik G30S PKI dan ini membawa
suasana perubahan kehidupan sehari-hari di dusun Kemiri, terjadi kemacetan
komunikasi, sehingga tradisi, ritual nyadran bersama digunakan sebagai media
komunikasi perdamaian oleh para pemimpin desa, adat, dan agama sehingga
tercapai kehidupan sehari-hari yang harmonis.
Teori yang digunakan peneliti yaitu teori komunikasi antar budaya (KAB)
Asiasentris, yang dikemukakan oleh Yoshitake Mikaee dan Komunikasi ritual
oleh James Carey. Teori KAB Asiasentris, yaitu melalui komunikasi bisa
mempertajam penggunaan komunikasi di dalam kehidupan sehari-hari dan
mencapai harmonisasi dalam kehidupan. James Carey menekankan pada
partisipasi dan kerelaan untuk melepaskan ego masing-masing guna mencapai
kepercayaan bersama.
Penelitian ini menggunakan Paradigma konstruktivis, peneliti
menunjukkan sesuatu hal yang dianggap sudah sewajarnya terjadi, namun ketika
dilihat kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai baru dalam kehidupan pada
manusia. Jenis penelitian kualitatif, metode etnografi dengan teknik pengumpulan
data berupa observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Informan untuk
penelitian ini yaitu sembilan orang yang bertempat tinggal di Dusun Kemiri lebih
dari sepuluh tahun yang menganut keyakinan atau kepercayaan yang berbeda.
Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa ritual tradisi nyadran dimaknai
sebagai salah satu kegiatan yang dapat menciptakan kerukunan antar umat
beragama sehingga kehidupan harmoni tercapai dalam masyarakat. Dalam tradisi
nyadran terdapat nilai gotong royong, guyub, pengorbanan dan ekonomi.
Komunikasi antar budaya yang terjadi menciptakan interaksi yang berbentuk
asosiatif/perkumpulan. Muncul sikap toleransi dan menghormati antar penduduk yang menciptakan kerukunan beragama.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | tradisi nyadran, Komunikasi Antar Budaya Asiasentris, komunikasi ritual , harmoni dan damai |
| Subjects: | Magister Ilmu Komunikasi > Manajemen Komunikasi Publik |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Magister Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 07 Sep 2023 09:15 |
| Last Modified: | 07 Sep 2023 09:15 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/29787 |
