Nahumury, Amanda Putri (2023) PEMAKNAAN PEREMPUAN PAPUA TERHADAP IDENTITAS BUDAYA YANG DITAMPILKAN DALAM FILM DOKUMENTER "NOKEN RAHIM KEDUA". S2 thesis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
215507787_Bab 0.pdf
File Pdf (2MB)
215507787_Bab 1.pdf
File Pdf (210kB)
215507787_Bab 2.pdf
File Pdf (615kB)
215507787_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
215507787_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (7MB)
215507787_Bab 5.pdf
File Pdf (202kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemaknaan identitas budaya Papua dalam
film dokumenter "Noken Rahim Kedua" oleh penonton perempuan Papua dengan harapan
dapat menjadi sarana refleksi dan acuan bagi sineas film dokumenter di kemudian hari.
Dengan menggunakan metode fenomenologi dan teori encoding-decoding Stuart Hall,
penelitian ini mengekplorasi proses encoding oleh sineas film dokumenter dan proses
decoding oleh penonton perempuan Papua melalui wawancara mendalam semi terstruktur
serta mengkombinasikannya dengan studi dokumen berupa film, buku, penelitian
terdahulu, dan berita terkini. Sineas yang diwawancarai adalah produser, sutradara, dan
asisten sutradara. Sementara, penonton perempuan Papua yang diwawancarai berjumlah
empat orang asli Papua (OAP) dengan latar belakang yang berbeda-beda. Terdapat tiga
premis utama dalam film dokumenter "Noken Rahim Kedua", yakni 1) Noken
mempertegas peran ganda perempuan Papua; 2) Noken memperlihatkan nilai diri
perempuan Papua yang kuat; dan 3) Dominasi laki-laki Papua atas perempuan Papua.
Secara keseluruhan, keempat penonton perempuan Papua berada pada posisi negosiasi.
Dengan kata lain, keempat penonton perempuan Papua tidak menerima begitu saja seluruh
makna yang disajikan oleh sineas, melainkan membandingkan makna tersebut dengan
pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Makna yang disepakati adalah noken bukan
hanya kerajinan tangan maupun tas, tetapi merupakan identitas yang melekat pada diri
perempuan Papua. Selain itu, noken menjadi simbol kekuatan bagi perempuan Papua.
Sayangnya, kurangnya keterlibatan perempuan dalam film dokumenter "Noken Rahim
Kedua" membuat film ini dianggap tidak mampu mewakili suara perempuan Papua. Mama
Yowan sebagai subjek film dokumenter tidak memiliki kesempatan untuk benar-benar
menyampaikan isi hatinya; di sisi lain, sineas perempuan yang terlibat dalam pembuatan
film hanya berjumlah tiga orang dengan satu di antaranya tidak memiliki peran dalam
proses kreatif. Adapun beberapa faktor dominan yang mempengaruhi pemaknaan penonton
perempuan Papua antara lain 1) Asal suku dan pengetahuan akan budaya; 2) Keluarga; dan
3) Lingkungan. Pendidikan tidak menjadi faktor mencolok yang mempengaruhi
pemaknaan penonton perempuan Papua. Berangkat dari hasil penelitian, terdapat beberapa
saran yang diutarakan bagi peneliti selanjutnya, sineas film dokumenter, dan pemangku
kepentingan. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dengan topik Papua yang
melibatkan subjek orang asli Papua (OAP) agar dapat mengeksplorasi keragaman suku
mengingat terdapat lebih dari dua ratus suku asli Papua. Bagi sineas film dokumenter di
kemudian hari agar dapat melibatkan berbagai perspektif, misalnya jika mengangkat isu
perempuan maka akan lebih baik apabila perempuan lebih banyak dilibatkan agar
perspektif laki-laki tidak menjadi dominan. Selain itu, dukungan dari pemangku
kepentingan seperti instansi kebudayaan maupun pendidikan seni di Papua sangat penting
guna menjadi wadah bagi perempuan Papua agar dapat menyuarakan budaya dan
mengekspresikan dirinya sendiri secara mandiri dan merdeka
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Encoding-decoding Stuart Hall, film dokumenter, identitas budaya, perempuan Papua |
| Subjects: | Magister Ilmu Komunikasi > Manajemen Media Digital |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Magister Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 16 May 2023 13:38 |
| Last Modified: | 16 May 2023 13:38 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/29026 |
