Nugroho, Antonius Pandu (2020) FASILITAS PELATIHAN KEBENCANAAN DAN FASILITAS PENDIDIKAN DARURAT DI KABUPATEN SLEMAN DENGAN PENDEKATAN TRANSPROGRAMMING. S1 thesis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Text (Antonius Pandu Nugroho)
160116429_Bab 0.pdf

File Pdf (1MB)
Text
160116429_Bab 1.pdf

File Pdf (1MB)
Text
160116429_Bab 2.pdf

File Pdf (1MB)
Text
160116429_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (2MB)
Text
160116429_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (616kB)
Text
160116429_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (6MB)
Text
160116429_Bab 6.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (4MB)

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu Provinsi yang sering terjadi bencana.
Provinsi ini memang bukanlah provinsi dengan jumlah kejadian bencana terbanyak di Indonesia,
namun provinsi ini memiliki ancaman bencana alam yang permanen yang memungkinkan kerugian
yang tidak sedikit jika bencana tersebut terjadi. Bencana tersebut adalah ancaman dari erupsi
Gunung Merapi. Untuk meminimalisir dampak bencana yang erat dengan kehidupan masyarakat
maka diperlukan sebuah fasilitas guna melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam
penanganan bencana tersebut. Di sisi lain, ketika bencana terjadi maka banyak sektor yang akan
terdampak. Salah satunya adalah sektor pendidikan. Sektor ini merupakkan sektor yang sangat
penting bagi kehidupan masyarakat. Dalam keadaan pasca bencana sektor ini perlu diperhatikan
keberlanjutannya. Maka dari itu perlu diadakan fasilitas yang menampung kegiatan pendidikan pada
kondisi pasca bencana. Melihat kebutuhan yang berkaitan antara pendidikan dan kebencanaan pada
dua kondisi yang berbeda, maka dapat disimpulkan bahwa diperlukan sebuah Fasilitas Pelatihan
Kebencanaan dan Fasilitas Pendidikan Darurat.
Fasilitas Pelatihan Kebencanaan dan Fasilitas Pendidikan Darurat merupakan fasilitas yang
digunakan dalam menangai keadaan bencana terkait hubungannya dengan sektor pendidikan.
Fasilitas Pelatihan Kebencanaan, memberikan penanganan kebencanaan pada kondisi pra bencana
dengan melakukan pelatihan kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait. Sedangkan Fasilitas
Pendidikan Darurat memberikan penanganan bencana pada kondisi pasca bencana dengan
memberikan ruang untuk kegiatan belajar mengajar sementara. Untuk mewadahi dua fungsi yang
berbeda maka diperlukan fleksibilitas ruang. Selain itu ruang dalam dan ruang luar juga harus
interaktif dan mendukung proses trauma healing. Pendekatan transprogramming merupakan
pendekatan yang dirasa sesuai untuk mengakomodasi dua kondisi yang berbeda tersebut.
Melalui perencanaan dan perancangan Fasilitas Pelatihan Kebencanaan dan Fasilitas
Pendidikan Darurat ini, diharapkan dapat menjadi fasilitas edukasi yang interaktif bagi masyarakat
umum dan peserta pelatihan. Selain itu juga dapat memberikan kondisi belajar yang nyaman pada
peserta didik korban bencana. Dengan demikian, akan memberikan penanganan bencana yang
sesuai, khususnya yang terkait dengan sektor pendidikan.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: pelatihan, kebencanaan, pendidikan, darurat, ruang dalam, ruang luar, fleksibilitas, interaktif, trauma healing, transprogramming
Subjects: Arsitektur > Teknologi Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Teknologi Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Date Deposited: 04 May 2023 13:25
Last Modified: 04 May 2023 13:25
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/28905

Actions (login required)

View Item
View Item