Basuki, Fanny Pranata (2009) AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK Gelidium sp J. Agardh DENGAN VARIASI LAMA MASERASI DAN JUMLAH DAUR SOKLETASI TERHADAP Escherichia coli IFO 3301 dan Salmonella typhimurium IFO 12529. S1 thesis, UAJY.

Text (Halaman Judul)
0BL00986.pdf

File Pdf (391kB)
Text (Bab I)
1BL00986.pdf

File Pdf (166kB)
Text (Bab II)
2BL00986.pdf

File Pdf (413kB)
Text (Bab III)
3BL00986.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (216kB)
Text (Bab IV)
4BL00986.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (352kB)
Text (Bab V)
5BL00986.pdf

File Pdf (508kB)

Abstract

Sebagai negara yang dikelilingi oleh lautan, Indonesia memiliki
sumberdaya laut yang sangat melimpah. Salah satu sumberdaya laut yang telah
lama dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia saat ini adalah rumput laut.
Gelidium sp merupakan salah satu rumput laut merah (Rhodophyta) yang sudah
banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, salah satunya banyak
dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit saluran pencernaan. Hal ini
disebabkan adanya kandungan senyawa flavonoid yang bernama katekin. Menurut
penelitian terdahulu, katekin memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia
coli dan Salmonella typhimurium yang merupakan bakteri penyebab gangguan
pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang paling efektif
dalam menghasilkan ekstrak Gelidium sp dengan aktivitas antibakteri optimum
pada Escherichia coli dan Salmonella typhimurium sebagai mikrobia uji. Pada
penelitian ini ekstrak Gelidium sp diekstraksi dengan menggunakan dua macam
metode ekstraksi, yaitu maserasi dan sokletasi. Maserasi dilakukan dengan variasi
lama waktu, yaitu 4, 6, dan 8 hari, dan sokletasi dilakukan dengan variasi jumlah
daur sokletasi, yaitu 1, 2, dan 3 kali. Pelarut yang digunakan pada penelitian ini
adalah etanol absolut, yang digunakan juga sebagai kontrol negatif, serta ampisilin
dan streptomisin sebagai kontrol positif. Uji aktivitas antibakteri ekstrak Gelidium
sp menggunakan metode difusi agar. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui
bahwa variasi lama waktu maserasi dan jumlah daur sokletasi tidak
mempengaruhi aktivitas antibakteri ekstrak Gelidium sp terhadap mikrobia uji.
Ekstrak Gelidium sp hasil sokletasi memiliki aktivitas antibakteri terhadap
mikrobia uji yang lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak Gelidium sp hasil
maserasi, yang ditunjukkan dengan luas zona hambat ekstrak Gelidium sp hasil
sokletasi sebesar 30,30 mm2 terhadap Escherichia coli dan 29,30 mm2 terhadap
Salmonella typhimurium, sedangkan luas zona hambat ekstrak Gelidium sp hasil
maserasi 0,86 mm2 terhadap Escherichia coli dan 1,93 mm2 terhadap Salmonella
typhimurium. Etanol absolut sebagai kontrol negatif menghasilkan zona hambat
yang lebih sempit dibandingkan dengan ekstrak Gelidium sp, yaitu sebesar 0,34
mm2 terhadap Escherichia coli dan 0,21 mm2 terhadap Salmonella typhimurium.
Kontrol positif berupa ampisillin mempunyai aktivitas antibakteri yang setara
dengan ekstrak Gelidium sp hasil maserasi, dan streptomisin mempunyai aktivitas
antibakteri lebih besar daripada ekstrak Gelidium sp hasil sokletasi. Berdasarkan
penghitungan jumlah sel total dan sel hidup mikrobia uji selama waktu inkubasi
12 jam, diketahui bahwa ekstrak Gelidium sp bersifat bakteriolitik terhadap
Eshcerichia coli dan Salmonella typhimurium.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Date Deposited: 27 Jun 2013 13:11
Last Modified: 27 Jun 2013 13:11
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/2605

Actions (login required)

View Item
View Item