Mika, James (2010) ANALISIS SIMPANG EMPAT BERSINYAL JALAN YOS SUDARSO – JALAN PAHLAWAN KABUPATEN MANOKWARI – PAPUA BARAT. S1 thesis, UAJY.
0TS11560.pdf
File Pdf (329kB)
1TS11560.pdf
File Pdf (214kB)
2TS11560.pdf
File Pdf (263kB)
3TS11560.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (891kB)
4TS11560.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (465kB)
5TS11560.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
6TS11560.pdf
File Pdf (182kB)
Abstract
Jalan raya merupakan salah satu sarana transportasi darat yang mempunyai
pengaruh sangat besar dalam menentukan keberhasilan perkembangan daerah.
Dilihat dari perkembangannya, Manokwari sebagai ibukota Propinsi Papua Barat
dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami banyak kemajuan dan peningkatan.
Usaha pembangunan jalan di Papua Barat terkhusus di Manokwari sedang galakgalaknya
dilakukan. Peningkatan jalan di kota Manokwari yang terus dilakukan
adalah untuk mengakomodasi arus lalu lintas yang terus meningkat dari tahun ke
tahun. Seiring meningkatnya arus lalu lintas juga meningkatkan permasalahan
dalam pengaturan arus lalu lintas itu sendiri. Salah satu simpang yang ramai dan
terpadat di kota Manokwari adalah pada simpang Jl.Yos Sudarso – Jl.Pahlawan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas, derajat kejenuhan
serta panjang antrian. Mengetahui tingkat kesesuaian hitungan panjang antrian
dilapangan dengan panjang antrian menurut MKJI 1997 terhadap jalan yang
diamati. Menentukan solusi atau alternatif penanganan yang tepat agar kinerja
simpang empat bersinyal Jalan Yos Sudarso – Jalan Pahlawan dapat menjadi lebih
baik.
Sebelum dilakukan penelitian terlebih dahulu dilakukan pengukuran untuk
mengambil data lebar pendekat pada simpang tersebut. Data yang diambil adalah
semua jenis kendaraan yang melewati simpang baik kendaraan yang belok kiri,
lurus, maupun yang belok kanan, serta besarnya panjang antrian. Penelitian ini
dilakukan selama tiga hari yaitu Senin (15/06/20090, Kamis (18/06/2009), dan
Sabtu (20/06/2009), dengan jam pengamatan pagi pukul 06.00-08.00 WIT, siang
pukul 11.00-13.00 WIT, sore pukul 13.00-15.00 WIT. Data tersebut kemudian
diolah dengan Metode MKJI 1997.
Kapasitas yang diperoleh untuk pendekat utara, timur, selatan, barat, yaitu
158,9 smp/jam, 392,3 smp/jam, 291,4 smp/jam, 309,2 smp/jam. Derajat
kejenuhan yang diperoleh untuk pendekat utara, timur, selatan dan barat yaitu
2,18, 0,66, 1,32, 0,73. Panjang antrian yang terjadi untuk pendekat utara, timur,
selatan dan barat yaitu 409 m, 35 m, 222 m, 35 m. Berdasarkan analisis yang telah
dilakukan, panjang antrian menurut MKJI 1997 lebih besar sehingga tidak sesuai
dengan panjang antrian di lapangan terutama pada pendekat utara dan selatan.
Alternatif desain yang diberikan yaitu perubahan waktu hijau, perubahan
geometrik jalan, perubahan geometrik jalan disertai perubahan waktu hijau,
alternatif belok kiri mengikuti sinyal pada pendekat utara dan selatan. Untuk
mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan alternatif desain
geometrik jalan disertai perubahan waktu hijau. Setelah dilakukan alternatif
desain geometrik jalan disertai perubahan waktu hijau besarnya kapasitas utara,
timur, selatan, dan barat adalah sebesar 462,7 smp/jam, 390,5 smp/jam, 513,8
smp/jam, 302,5 smp/jam. Sedangkan untuk derajat kejenuhan setelah diberikan alternatif desain geometrik jalan disertai perubahan waktu hijau pada masing-masing
pendekat utara, timur, selatan, dan barat adalah sebesar 0,747, 0,660, 0,741, 0,731.
Untuk panjang antrian utara, timur, selatan dan barat yaitu 205 meter, 127 meter, 163
meter dan 114 meter
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | simpang bersinyal, panjang antrian, kapasitas dan derajat kejenuhan |
| Subjects: | Sipil > Transportasi Sipil > Transportasi |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 26 Jun 2013 10:51 |
| Last Modified: | 26 Jun 2013 10:51 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/2543 |
