Wibawanto, Bagus (2019) PENGARUH VARIASI FOAMING AGENT ADT TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH DAN KAPUR PADAM. S1 thesis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
150215982_bab 0.pdf
File Pdf (1MB)
150215982_bab 1.pdf
File Pdf (316kB)
150215982_bab 2.pdf
File Pdf (278kB)
150215982_bab 3.pdf
File Pdf (448kB)
150215982_bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (590kB)
150215982_bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (662kB)
150215982_bab 6.pdf
File Pdf (400kB)
Abstract
Beton ringan dapat dibuat dengan berbagai cara, salah satunya dengan
mencampurkan busa (foam). Beton ringan busa atau Celluler Lightweight
Concrete (CLC) adalah beton yang tanpa menggunakan agregrat kasar (kerikil)
yang digantikan oleh udara dan proses pembuatannya menggunakan foaming
agent sebagai bahan yang membungkus gelembung udara. Pada pembuatan beton
ringan busa atau seluler pada umumnya menggunakan campuran semen, pasir, air
dan foam. Penggunaan semen dengan jumlah yang sangat besar memiliki dampak
negatif bagi lingkungan. Salah satu teknologi beton untuk mengurangi pemakaian
semen adalah beton geopolimer. Beton geopolimer adalah salah satu jenis beton
yang tidak menggunakan semen sebagai binder/perekat yang digantikan dengan
menggunakan material alam atau pemanfaatan limbah yang mengandung silika
yang tinggi seperti fly ash dan kapur padam.
Penelitian ini melakukan inovasi dengan membuat beton geopolimer
Celluler Lightweight Concrete (CLC). Beton geopolimer ini menggunakan bahan
dasar fly ash, kapur padam dan foaming agent. Variasi foaming agent yang
digunakan dalam penelitian ini sebesar 0,25 lt/m
xiii
3
; 0,5 lt/m
3
; 0,75 lt/m
beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan
foaming agent terhadap sifat mekanik beton geopolimer yang berbahan dasar fly
ash dan kapur padam. Sifat mekanik yang ditinjau adalah kuat tekan, kuat tarik
belah dan modulus elastisitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat jenis beton menurun pada umur
28 hari seiring penambahan foaming agent sebesar 0,25 lt/m
3
; 0,5 lt/m
dan 1 lt/m
3
beton secara berturut turut 2213,85 kg/m
3
; 2134,39 kg/m
; 2031,58
kg/m
3
; 1943,63 kg/m
3
. Dari hasil terebut, menunjukkan bahwa beton tidak
memenuhi syarat sebagai beton ringan karena berat jenisnya di atas 1850 kg/ m
sesuai SNI–03–3449–2002. Penambahan foaming agent menurunkan kuat tekan
pada umur 28 hari secara berturut turut 34,66 MPa; 31,12 MPa; 27,40 MPa; 23,15
MPa. Modulus elastisitas juga mengalami penurunan pada umur 28 hari seiring
penamahan foaming agent secara berturut turut 24738,46 MPa; 22582,18 MPa;
18095,92 MPa; 16647,20 MPa. Penambahan foaming agent juga membuat kuat
tarik belah menurun pada umur 28 hari secara beturut turut 4,64 MPa; 4,33 MPa;
3,61 MPa; 3,21 MPa.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | beton ringan, beton geopolimer, fly ash, foaming agent, kapur padam, kuat tekan, modulus elastisitas, kuat tarik belah. |
| Subjects: | Sipil > Struktur Sipil > Struktur |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 23 Nov 2021 04:59 |
| Last Modified: | 23 Nov 2021 04:59 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/25427 |
