DICINTA, MUTIARA (2020) ANALISIS DAN USULAN PERBAIKAN KERJA FISIOTERAPIS STROKE UNTUK KELUMPUHAN LENGAN PADA KONDISI TINGKAT PELAYANAN HOMECARE. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
15 06 08334_0.pdf
File Pdf (1MB)
15 06 08334_1.pdf
File Pdf (326kB)
15 06 08334_2.pdf
File Pdf (1MB)
15 06 08334_3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (332kB)
15 06 08334_4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (345kB)
15 06 08334_5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
15 06 08334_6.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (632kB)
15 06 08334_7.pdf
File Pdf (5MB)
Abstract
Stroke merupakan penyakit yang mengganggu aliran darah menuju otak.
Penderita stroke memiliki resiko yang tingi terhadap kematian. Dalam proses
rehabilitasi stroke dapat dilakukan dengan memberikan terapi gerak. Terapi gerak
dilakukan pada bagian tubuh yang terkena stroke untuk mengembalikan fungsi
otot pada bagian tubuh tersebut. Pelaksanaan terapi stroke saat ini dapat
dilakukan oleh fisioterapis dengan berkunjung ke rumah pasien (homecare).
Proses terapi ini memiliki alat yang minimalis dibandingkan dengan pelaksanaan
terapi dengan standar rumah sakit. Pelaksanaan terapi stroke dilakukan secara
manual oleh fisioterapis terutama pada bagian lengan, fisioterapis membutuhkan
tenaga yang lebih besar untuk menopang berat dari lengan pasien. Dalam
melakukan pekerjaan secara manual tentu terdapat resiko yang mungkin
menyerang pekerja.
Dalam penelitian ini dilakukan analisis dari ergonomi kerja fisioterapis stroke
terutama pada bagian lengan pasien untuk kemudian sebagai dasar dalam
memberikan usulan perbaikan. Diketahui bahwa postur kerja fisioterapis stroke
dengan Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan diperdalam dengan
menggunakan Nordic Body Map. Selain keluhan musculoskletal juga dilakukan
analisis beban kerja baik beban kerja fisik maupun beban kerja mental. Beban
kerja fisik dianalisis dengan menggunakan %CVL dan beban kerja mental dengan
NASA-TLX. Usulan perbaikan diberikan berdasarkan hasil analisis dan dilakukan
identifikasi kebutuhan alat bantu dengan metode pengamatan dan wawancara.
Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa postur kerja pada saat
pelaksanaan terapi stroke pada lengan memiliki skor yang tinggi dan memerlukan
perbaikan segera. Keluhan kelelahan berdasarkan kuesioner Nordic Body Map
dapat disimpulkan bahwa terdapat keluhan peningkatan keluhan kelelahan dan
kelelahan musculoskletal memiliki tingkat resiko yang tinggi. Keluhan terutama
terjadi pada bagian tubuh bahu kanan. Beban kerja fisik dari fisioterapis termasuk
dalam klasifikasi pekerjaan dengan tidak ada keluhan kelelahan. Analisis beban
kerja mental menunjukkan fisioterapis memiliki beban kerja mental yang tinggi dan
lebih tinggi dibandingkan dengan beban kerja mental dari fisioterapis di Rumah
Sakit dengan jenis beban kerja yang tertinggi adalah tingkat usaha. Usulan
perbaikan berdasarkan analisis terbagi dalam 2, yaitu secara postur kerja dengan
mengatur posisi kerja sebelum dilakukan tindakan terapi, posisi pasien duduk,
fisioterapis berada di sisi bagian tubuh pasien yang mengalami penurunan fungsi,
dan menghadap lurus ke pasien. Identifikasi alat bantu menghasilkan data bahwa
dalam pelaksanaan terapi dibutuhkan alat bantu dengan spesifikasi alat bantu
yang menyesuaikan tujuan dari terapi dan kebutuhan fisioterapis. Usulan
perbaikan untuk permasalahan beban kerja mental adalah dengan menyusun
jadwal terapi bagi fisioterapis dengan mempertimbangkan kedekatan lokasi terapi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fisioterapis stroke pada lengan, REBA, beban kerja, keluhan musculoskletal, Homecare |
| Subjects: | Teknik Industri > Sistem Kerja Teknik Industri > Sistem Manufacturing |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri |
| Date Deposited: | 10 Nov 2021 03:35 |
| Last Modified: | 10 Nov 2021 03:35 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/25266 |
