Iristha, Thomas Ruth (2010) PENGARUH AKTIVITAS TERMINAL DAN PASAR TERHADAP KINERJA SIMPANG EMPAT BERSINYAL (STUDI KASUS PASAR, TERMINAL, DAN SIMPANG SECANG). S1 thesis, UAJY.
0TS10244.pdf
File Pdf (1MB)
1TS10244.pdf
File Pdf (328kB)
2TS10244.pdf
File Pdf (237kB)
3TS10244.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
4TS10244.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (173kB)
5TS10244.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (627kB)
6TS10244.pdf
File Pdf (4MB)
Abstract
Simpang empat bersinyal Secang merupakan penghubung antara tiga
kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung,
dan Kabupaten Ambarawa. Selain itu simpang empat bersinyal Secang terdapat
jalan negara yang menghubungkan ibukota propinsi, yaitu Propinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta dan Semarang Ibukota Jawa Tengah. Di simpang empat
bersinyal Secang terdapat dua aktifitas yang dapat mempengaruhi kinerja simpang
itu sendiri, yaitu terdapatnya terminal bis - angkot dan pasar tradisional Secang.
Arus lalu lintas pada simpang ini sering terjadi kemacetan terutama pada jam –
jam sibuk, akhir pekan, hari pasaran Secang yang jatuh pada setiap hari wage
dalam penanggalan jawa.
Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer berupa
data hambatan samping, data arus lalu lintas, pengukuran dimensi simpang yang
pelaksanaanya selama 3 hari, yaitu pada hari Sabtu, 9 Januari 2010; Minggu, 10
Januari 2010 dan Senin, 11 Januari 2010. Selama 3 hari tersebut ditentukan jamjam
sibuk, yaitu didapat pada pagi pukul 08.00 – 10.00 WIB, siang pukul 12.00 –
14.00 WIB, dan sore pukul 17.00 – 19.00 WIB. Selain data primer dibutuhkan
data sekunder berupa jumlah penduduk yang didapat dari Badan Pusat Statistik
Kabupaten Magelang. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan
menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997.
Dari hasil analisis diperoleh bahwa simpang empat bersinyal Secang
mengalami kinerja yang tidak maksimal karena banyak hambatan samping yang
sangat tinggi (VH) pada lengan selatan dan barat, ditambah lagi dengan arus
kendaraan yang tinggi, Tingkat pelayanan pada lengan selatan dan barat termasuk
dalam kelas D dimana arus lalu lintas sudah mulai tidak stabil, volume mendekati
kapasitas, dan sering terjadi kemacetan. Pada analisis data lapangan mempunyai
arus lalu lintas (Q) tertinggi pada hari Sabtu, 9 Januari 2010 pukul 17.00 – 18.00
WIB sebesar 790 smp/jam dan kapasitas (C) sebesar 570,9 smp/ jam dengan
derajat kejenuhan (DS) sebesar 1,38. Nilai derajat kejenuhannya melebihi batas
maksimal yang diisyaratkan yaitu 0,75.Diperlukan pengaturan lalu lintas agar
simpang tersebut mampu melayani arus yang keluar masuk. Untuk itu diperlukan
perbaikan pengaturan lalu lintas, yaitu menertibkan parkir sejauh 80 m dari
simpang, dengan mendesain geometrik serta mengubah waktu hijau, dan
memindahkan arus kendaraan ringan dan motor ke jalur alternatif yang menuju
Magelang – Temanggung – Semarang didapat nilai C = 1064,90 smp/jam dan DS
= 0,62.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hambatan samping, simpang, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan. |
| Subjects: | Sipil > Transportasi Sipil > Transportasi |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 26 Jun 2013 08:15 |
| Last Modified: | 26 Jun 2013 08:15 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/2513 |
