ADHA, OKTARIO (2010) PENGARUH KINERJA SARANA TRANSPORTASI DALAM PROSES SHIPMENT (PENGAPALAN) EKSPOR MOLASSES (TETES TEBU) (Studi Kasus di Palembang). S1 thesis, UAJY.

Text (Halaman Judul)
0TS09514.pdf

File Pdf (474kB)
Text (Bab I)
1TS09514.pdf

File Pdf (350kB)
Text (Bab II)
2TS09514.pdf

File Pdf (123kB)
Text (Bab III)
3TS09514.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (67kB)
Text (Bab IV)
4TS09514.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (173kB)
Text (Bab V)
5TS09514.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (149kB)
Text (Bab VI)
6TS09514.pdf

File Pdf (46kB)

Abstract

Pengangkutan diperlukan karena sumber kebutuhan manusia tidak berada di
sembarang tempat. Selain itu sumber bahan baku tersebut harus melalui tahapan
produksi yang lokasinya juga tidak selalu di lokasi manusia sebagai konsumen.
Kesenjangan jarak antara lokasi sumber, lokasi produksi, dan lokasi konsumen
inilah yang melahirkan pengangkutan. PT Armada Bahari Palembang merupakan
perusahaan pengekspor molasses (tetes tebu). Salah satu aktivitas produksi yang
dilakukan oleh PT Armada Bahari Palembang adalah pengangkutan molasses dari
Cinta Manis ke Pelabuhan Boom Baru Palembang dengan menggunakan moda
truk kecil, sedang, dan besar. Pemilihan truk dilakukan secara random (acak),
karena perusahaan belum memperhitungkan pemilihan kapasitas truk yang tepat,
sehingga tidak dapat menilai efisiensi dari kinerja pemilihan kapasitas truk.
Karena hal tersebut maka perlu diteliti bagaimana penentuan pemilihan jenis truk
dengan kapasitas yang tepat sehingga tercapai biaya yang paling minimum.
Data yang diperlukan dalam analisis pengangkutan molasses ini meliputi,
jarak dan kecepatan rata-rata truk, biaya angkut per ton, dan kapasitas masingmasing
jenis truk. Analisis data dilakukan dengan cara membuat variasi
penggunaan moda truk dari ketiga jenis truk dengan kapasitas dan biaya angkut.
Kapasitas angkut masing-masing jenis truk diambil nilai tengah (rata-rata) yaitu,
kapasitas angkut truk besar 24 ton (20 – 27 ton), truk sedang 17 ton (16 -18ton),
sedang truk kecil 7 ton (6 – 7 ton).Biaya angkut per ton untuk truk kecil
Rp55.000,00, truk sedang Rp60.000,00, dan truk besar Rp65.000,00. Waktu
tempuh untuk truk kapasitas kecil 6 jam 20 menit, truk kapasitas sedang 7 jam 30
menit, truk kapasitas besar 8 jam 34 menit. Untuk menganalisis pemilihan jenis
truk dicoba pada permintaan pengiriman molasses sebanyak 3.731 ton dengan
target waktu angkutan selama 5 hari.
Ditinjau dari berbagai variasi tersebut dapat dilihat bahwa semakin banyak
dipakai armada truk kecil biaya semakin kecil. Dari hasil analisis dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut. Biaya angkut minimal diperoleh bila digunakan
armada angkut jenis truk kecil. Dengan adanya kendala terbatasnya jumlah
armada angkut jenis truk kecil, sehingga harus dipergunakan armada angkut jenis
truk sedang atau besar. Dengan adanya kendala terbatasnya jangka waktu angkut
dari Kayu Agung ke Pelabuhan Boom Baru Palembang, maka akan lebih efektif
apabila dipergunakan armada angkut truk besar, walaupun biaya relatif lebih
tinggi.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Efisiensi Kinerja Pengangkutan, Kapasitas, Biaya Optimal
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Date Deposited: 25 Jun 2013 13:44
Last Modified: 25 Jun 2013 13:44
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/2504

Actions (login required)

View Item
View Item