DANIEL, TOMMY (2010) PENGGUNAAN BATU BAUKSIT SEBAGAI AGREGAT KASAR BETON. S1 thesis, UAJY.
0TS09021.pdf
File Pdf (586kB)
1TS09021.pdf
File Pdf (138kB)
2TS09021.pdf
File Pdf (200kB)
3TS09021.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (158kB)
4TS09021.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (727kB)
5TS09021.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (239kB)
6TS09021.pdf
File Pdf (1MB)
Abstract
Terkadang kontraktor dihadapkan pada situasi lapangan yang sulit yaitu tidak
tersedianya bahan dasar pembentukan beton, misalnya agregat kasar. Langkahlangkah
yang dapat diambil adalah penggunaan potensi sumber daya alam yang
tersedia di lapangan. Pulau Bintan dan sekitarnya, terdapat sumber alam batu bauksit
tidak layak tambang yang sangat besar sehingga perlu diteliti kelayakan batuan
tersebut untuk material beton., serta membandingkannya dengan beton agregat
kerikil.
Pada penelitian ini metoda yang digunakan adalah metoda eksperimen. Benda
uji dibuat berbentuk silinder dengan diameter ± 150 mm dan tinggi ± 300 mm Benda
uji dibedakan menjadi dua jenis yaitu beton agregat bauksit dengan variasi FAS yang
digunakan 0,40 ; 0,45 ; 0,50 berjumlah 12 buah, dan untuk beton agregat kerikil
dengan variasi FAS yang digunakan 0,40 ; 0,45 ; 0,50 berjumlah 12 buah. Untuk
kedua jenis beton dilakukan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas pada saat
usia beton 28 hari. Pengujian kuat tekan dilakukan dengan menggunakan
Compression Testing Machine (CTM) dengan memberikan beban secara berangsurangsur
hingga benda uji tersebut hancur pada pembebanan maksimum. Pengujian
modulus elastisitas dilakukan dengan menggunakan mesin UTM (Universal Testing
Machine), dimana benda uji yang telah dipasang compressometer diletakkan pada
mesin UTM kemudian diberikan beban dengan kenaikan beban secara berangsurangsur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan agregat bauksit mengalami
penurunaan kuat tekan, dengan penurunan terbesar diperoleh pada beton dengan fas
0,50 yaitu sebesar 37,27965% dengan nilai 24,99784 MPa. Nilai modulus elastisitas
juga mengalami penurunan dibandingkan dengan beton normal. Nilai minimum
dicapai beton dengan fas 0,50 yaitu pada BB-03 dengan nilai 16319,56584 Mpa.
Hasil penelitian menunjukkan sifat batu bauksit memiliki daya serap tinggi terhadap
air mengakibatkan rendahnya nilai slump sehingga pengerjaan beton menjadi sulit
(workability rendah).
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | agregat bauksit, kuat tekan, modulus elastisitas, workability |
| Subjects: | Sipil > Struktur Sipil > Struktur |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 25 Jun 2013 13:30 |
| Last Modified: | 25 Jun 2013 13:30 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/2499 |
