Talita, Nadia (2011) RELOKASI PASAR NGASEM DALAM SURAT KABAR (Analisis Framing Pemberitaan Relokasi Pasar Ngasem Dalam Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat dan Surat Kabar Harian Jogja). S1 thesis, UAJY.

Text (Halaman Judul)
0KOM03016.pdf

File Pdf (539kB)
Text (Bab I)
1KOM03016.pdf

File Pdf (172kB)
Text (Bab II)
2KOM03016.pdf

File Pdf (103kB)
Text (Bab III)
3KOM03016.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (377kB)
Text (Bab IV)
4KOM03016.pdf

File Pdf (969kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji menegenai pemberitaan relokasi Pasar Ngasem di SKH
Kedaulatan Rakyat dan SK Harian Jogja. Penelitian ini ingin melihat bagaimana suatu peristiwa
diberitakan oleh media massa. Sehingga rumusan masalah yang ingin dibahas dalam penelitian
adalah bagaimana SKH Kedaulatan Rakyat dan Harian Jogja membingkai pemberitaan relokasi
Pasar Ngasem.
Berlandaskan pada paradigma konstruktivis, penelitian ini berpandangan bahwa teks
berita merupakan sebuah hal yang dikonstruksi dan dibentuk. Sehingga teks berita dipahami
sebagai sesuatu yang subyektif. Framing merupakan salah satu strategi dari pengemasan teks
berita, strategi framing dari SKH Kedaulatan Rakyat dan SK Harian Jogja inilah yang akan
menjadi inti pembahasan dalam penelitian ini.
Penelitian ini menggunakan model framing milik Pan dan Kosicki untuk menganalisis
pada tahap level teks, sedangkan untuk level konteks menggunakan metode deep interview yang
kemudian akan dianalisis menggunakan teori framing process milik Dietram A.Scheufele. Data
yang diperoleh dari analisis kedua level tersebut kemudian akan digabungkan dan akan ditarik
sebuah kesimpulan dari hasil masing-masing media tersebut.
Dalam pembahasan ditemukan bahwa Kedaulatan Rakyat dan Harian Jogja mempunyai
pandangan yang berbeda terhadap permasalahan relokasi Pasar Ngasem ini. Kedaulatan Rakyat
dalam pandangannya mengenai relokasi Pasar Ngasem lebih kepada relokasi adalah sebuah
kebijakan dari pemerintah yang melihat perkembangan pasar yang memang sudah tidak layak
digunakan lagi, sedangkan Harian Jogja lebih melihat pada sisi Pasar Ngasem sebagai
pembentuk identitas Jogja yang mendasari hal tersebut adalah sejarah Pasar Ngasem.
Kesimpulan dari hasil yang dilakukan adalah SKH Kedaulatan Rakyat memandang
relokasi merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk penataan kota kearah yang lebih
baik dan membingkai apa yang dijanjikan pemerintah sudah benar-benar terealisasikan sehingga
tidak ada masyarakat yang merasa dikorbankan, sedangkan SK Harian Jogja memnadang Pasar
Ngasem adalah pembentuk identitas Jogja yang mendasari hal tersebut adalah sejarah Pasar
Ngasem dan membingkai relokasi Pasar Ngasem ke Pasthy belum terealisasikan dengan baik dan
masih banyak yang perlu dibenahi.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Analisis Framing, Relokasi Pasar Ngasem
Subjects: Komunikasi > Jurnalisme
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Date Deposited: 20 Jun 2013 08:10
Last Modified: 20 Jun 2013 08:10
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/2364

Actions (login required)

View Item
View Item