Pangandaheng, Yelmi Gusriyanda (2021) RELASI FENOMENA FISIK DAN PSIKOLOGI PADA PEMBENTUKAN RUANG TRANSISI GANG SOSROWIJAYAN DI YOGYAKARTA. S2 thesis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
1854028471.pdf
File Pdf (117MB)
1854028473.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (423kB)
1854028474.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (10MB)
Abstract
Sosrowijayan adalah sebuah kampung Kota yang terletak di kawasan
Malioboro Kota Yogyakarta. Jalan Sosrowijayan merupakan salah satu dari
10 jalan ventilator yang tersedia sebagai upaya dalam memecah kepadatan
yang terjadi di kawasan Malioboro. selain jalan ventilator , terdapat juga
sebuah gang yang berhubungan langsung dengan stasiun Tugu Yogyakarta,
selain itu gang ini juga dihubungkan dengan gang-gang lain disekitarnya
sehingga gang ini merupakan jalur yang paling cepat di akses oleh
wisatawan sebagai tempat peristirahatan. Berdasarkan hasil observasi dan
wawancara warga kampung Sosrowijayan, selama dua tahun belakangan
jumlah wisatawan yang berkunjung semakin menurun, ada beberapa faktor
penyebab terjadinya penurunan wisatawan yakni masalah akses dalam
kampung, tidak adanya perbedaan antara gang satu dengan gang lainnya,
terkesan kotor, sempit dan cenderung monoton. Kondisi fisik di gang ini
menimbulkan perasaan shock atau tidak nyaman secara psikologi ketika
melewatinya. Fenomena ini menjadi faktor menurunnya daya tarik
wisatawan, sehingga perlu adanya upaya dalam meningkatkan kembali daya
tarik wisatawan melalui kajian antara fenomena fisik ruang dan fenomena
psikologi yang dirasakan kemudian dikorelasikan untuk menghasilkan
sebuah ruang transisi. Upaya menjadikan gang Sosrowijayan sebagai ruang
transisi maka hal utama yang perlu diperhatikan adalah bagaimana wujud
elemen-elemen pembentuk ruang transisi yang dapat meningkatkan daya
tarik wisatawan?. Metode kualitatif diterapkan dalam penelitian ini, data dan
informasi yang diperoleh dari narasumber melalui lembar uji kuesioner yang
didasari oleh fenomena fisik dan psikologi agar diketahui titik-titik area
sepanjang gang yang terbentuk kemudian dikorelasikan untuk
menghasilkan wujud ruang transisi secara optimal. Hasil temuan penelitian
menunjukkan dalam menciptakan wujud ruang transisi pada koridor
dilakukan pengubahan pada elemen pembentuk fisik namun tetap menjaga
atau mempertahankan psikologi yang dirasakan oleh pengunjung.
Pengubahan pada elemen fisik seperti elemen bentuk yakni dimensi ruang,
elemen bidang, tekstur, warna dan amenities sebagai pendukung elemen
fisik.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Relasi, fenomena fisik, fenomena psikologi , ruang transisi, gang Sosrowijayan. |
| Subjects: | Magister Teknik Arsitektur > Digital Arsitektur |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Magister Teknik Arsitektur |
| Date Deposited: | 10 Mar 2021 10:10 |
| Last Modified: | 10 Mar 2021 10:10 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/23482 |
