Devy, Benedicta Songga (2020) PENERAPAN JURNALISME DAMAI DALAM PEMBERITAAN PENGEPUNGAN ASRAMA MAHASISWA PAPUA DI SURABAYA. S1 thesis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
1509056511.pdf
File Pdf (5MB)
1509056512.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (280kB)
1509056513.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (536kB)
Abstract
Setiap peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat pada dasarnya berhak untuk diketahui
oleh publik secara luas, salah satunya adalah yang berkaitan dengan konflik. Media
sebagai salah satu lembaga yang bertugas menyebarkan informasi kepada masyarakat
dapat berbuat lebih tidak hanya sekedar memberitakan sebuah peristiwa, namun juga
dapat turut mengendalikan situasi dan kondisi melalui pemberitaan. Konflik atau
pertikaian antara dua kelompok atau lebih yang terjadi dalam skala kecil maupun besar
tentu dapat berpengaruh pada kehidupan bermasyarakat. Maka dari itu, dalam
menjalankan tugasnya, media dapat menjadi salah satu agen yang dapat turut
berkontribusi dalam menghadirkan perdamaian di tengah konflik. Jurnalis dapat membuat
berita menggunakan pendekatan jurnalisme damai. Jurnalisme damai yang digagas oleh
Johan Galtung memiliki empat orientasi, yakni orientasi pada perdamaian, orientasi pada
kebenaran, orientasi pada masyarakat, serta orientasi pada solusi. Selain itu, terdapat pula
pedoman praktik jurnalisme damai yang dikembangkan oleh Jake Lynch dan Annabel
McGoldrick. Apabila sebuah pemberitaan tentang konflik menggunakan pendekatan
jurnalisme damai, maka kesempatan untuk menghadirkan perdamaian di tengah konflik
akan semakin besar kemungkinannya.
Penelitian ini berfokus pada penerapan jurnalisme damai media online yang
memberitakan peristiwa pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. Peristiwa
yang melibatkan mahasiswa yang bermukim di Asrama Mahasiswa Papua dan
masyarakat Surabaya yang tergabung dalam sejumlah organisasi kemasyarakatan ini
terjadi pada 16 Agustus 2019 atas dugaan pembuangan bendera Merah Putih. Penelitian
ini dilakukan secara kuantitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Media yang
digunakan sebagai acuan penelitian adalah Detikcom, serta menggunakan 128 berita dari
Detikcom periode pemberitaan Agustus 2019 hingga Desember 2019. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa Detikcom tidak menerapkan jurnalisme damai pada seluruh
pemberitaannya terkait peristiwa di Asrama Mahasiswa Papua. Ada beberapa
pemberitaan yang sudah menerapkan jurnalisme damai. Terdapat juga pemberitaan yang
tidak menunjukkan adanya penerapan jurnalisme damai. Namun, persentase keduanya
menunjukkan lebih banyak pemberitaan yang tidak menerapkan jurnalisme damai. Selain
itu, kurang dilakukannya penggalian pada peristiwa tersebut sehingga berita cenderung
kurang dapat menghadirkan ruang dialog di tengah masyarakat yang dapat membantu
memunculkan solusi dan menghadirkan perdamaian.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konflik, Jurnalisme Damai, Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya |
| Subjects: | Komunikasi > Jurnalisme |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi |
| Date Deposited: | 05 Mar 2021 13:30 |
| Last Modified: | 05 Mar 2021 13:30 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/23456 |
