SULISTYOWATI, RISA HARIYANA (2009) PROSES PEMBENTUKAN JARINGAN SOSIAL INDUSTRI KECIL PAGUYUBAN KARYA SEJAHTERA DI MANDING. S1 thesis, UAJY.
0SOS02116.pdf
File Pdf (755kB)
1SOS02116.pdf
File Pdf (192kB)
2SOS02116.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (204kB)
3SOS02116.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (192kB)
4SOS02116.pdf
File Pdf (1MB)
Abstract
Manding yang terletak di lokasi yang terlewati jalur wisata menuju Pantai
Parangtritis, memiliki sentra industri kecil yang berupa kerajinan kulit. Pada awalnya, Sentra
Industri Kecil Kerajinan kulit di Manding merupakan kerajinan kulit asli. Namun, seiring
dengan perkembangannya, Manding sebagai Sentra Industri Kerajinan Kulit mulai
mengalami berbagai masalah, seperti kesulitan memperoleh bahan baku dan modal. Demi
mengantisipasi dampak buruk, dibentuklah wadah organisasi yang diberi nama Paguyuban
Karya Sejahtera. Fokus kajian ini adalah, bagaimana proses pembentukan jaringan sosial
yang dilakukan anggota Paguyuban Karya Sejahtera dan bagaimana mereka mempertahankan
hubungan kerja sama di dalam dan di antara anggota-anggota Paguyuban Karya Sejahtera.
Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk
menguraikan permasalahan penelitian ini adalah Teori Jaringan Sosial yang dikemukakan
oleh Fukuyama dan Granovetter. Lokasi penelitian ini di Sentra Industri Kecil Kerajinan
Kulit di Manding, yang menjadi anggota Paguyuban Karya Sejahtera yang berada di
Manding, Desa Sabdodadi, Bantul.
Dari hasil penelitian di lapangan ditemukan bahwa jaringan sosial di Paguyuban
Karya Sejahtera secara mendasar adalah jaringan sosial kepentingan serta jaringan
pertemanan. Paguyuban Karya Sejahtera terbentuk atas prakarsa pengrajin di Manding
dengan Pemerintah Desa Sabdodadi. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda,
dengan hubungan yang kuat, yang sudah terbentuk sejak lama, serta adanya dorongan akan
kesadaran untuk mempertahankan dan memajukan industri kecil. Paguyuban Karya Sejahtera
sebagai pembinaan dan media wawasan bagi pengurus dan anggotanya, selalu mengadakan
pertemuan rutin dan mengadakan kerja sama antar pengrajin dalam hal pekerjaan maupun
pemasaran. Sedangkan dalam mempertahankan hubungan kerja sama dilakukan upaya-upaya
menjaga kebersamaan dan loyalitas, mempertahankan kesadaran akan norma dan nilai
kebersamaan, serta dapat mengatasi konflik yang terjadi di dalam Paguyuban Karya
Sejahtera.
Analisis terhadap data tersebut menurut perspektif teoritik yang ada melahirkan
beberapa poin pokok sebagai berikut. Jaringan sosial Industri Kecil Paguyuban Karya
Sejahtera bersifat terbuka, Paguyuban Karya Sejahtera sebagai jaringan yang terbuka
kepemilikan dan pemanfaatannya bagi semua anggota. Paguyuban Karya Sejahtera juga
bersifat longgar, tidak ada otoritas tunggal yang dominan (seperti halnya pengurus) yang
memegang kontrol atas jaringan sosial Industri Kecil Paguyuban Karya Sejahtera, dan
Paguyuban Karya Sejahtera juga cenderung kuat karena mulai tumbuhnya hubungan
personal, kepercayaan pribadi dan terutama sudah berlangsungnya pertukaran timbal balik
atas informasi dan sumber daya di antara anggotanya.
Berdasarkan uraian mengenai karakterisitik aktor dan pola hubungan, unsur-unsur
juga proses pembentukan jaringan sosial industri kecil Paguyuban Karya Sejahtera maka
dapat dikatakan bahwa jaringan sosial industri kecil Paguyuban Karya Sejahtera adalah
terbuka, longgar dan kuat
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jaringan sosial, industri kecil, dan Paguyuban Karya Sejahtera |
| Subjects: | Sosiologi > Business |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Sosiologi |
| Date Deposited: | 19 Jun 2013 10:19 |
| Last Modified: | 19 Jun 2013 10:19 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/2321 |
