NUGROHO, KRISTIANTO (2009) KEISTIMEWAAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DI HARIAN RADAR JOGJA PERIODE 1 SEPTEMBER - 31 OKTOBER 2008 (Analisis Isi Proses Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY). S1 thesis, UAJY.
0KOM01296.pdf
File Pdf (387kB)
1KOM01296.pdf
File Pdf (166kB)
2KOM01296.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (202kB)
3KOM01296.pdf
File Pdf (12MB)
Abstract
Berita adalah hasil akhir dari proses mengumpulkan informasi serta
kejadian yang ada di masyarakat dan dikemas dalam sebuah tulisan di media massa.
Sehingga menjadi jelas bahwa penulisan berita merupakan pekerjaan merekonstruksi
realitas sosial menjadi realitas media.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Ana Nadya Abrar dalam bukunya
berjudul Penulisan Berita terbitan Atma Jaya Yogyakarta yang menjelaskan bahwa
sesungguhnya berita adalah hasil rekonstruksi tertulis dari realitas sosial yang tedapat
dalam kehidupan.
Sebuah berita tentunya tidak serta merta langsung muncul dalam
pemberitaan sebuah media massa karena terdapat fiter internal perusahaan dan redaksi
media berupa nilai berita dan kelayakannya. Dari sinilah terlihat bahwa berita-berita yang
muncul di media massa telah melalui proses seleksi dan mempunyai kekuatan yang dapat
mempengaruhi publik dalam membentuk opini tertentu.
Beranjak dari titik ini pula penulis melihat berita-berita yang ada di media
cetak khusus Harian Radar Jogja yang mengulas mengenai gonjang-ganjing pengisian
jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY karena belum memiliki kekuatan hukum dan
legalitas seorang Raja di Keraton Ngayogyakarta dan Kadipaten Paku Alam telah
mencapai titik akhir agar melimpahkan kekuasaan publiknya sesuai dengan aturan Negara
yang telah berlaku.
Berdasarkan hasil analisis penulis dan karya ilmiah ini, unit analisis
kecenderungan sikap dukungan adanya proses penetapan mencapai 70.6% dari
keseluruhan berita sebanyak 51 buah. Untuk unit analisis distribusi halamannya, 39.2%
diekspos pada halaman lokal Metropolitan yang berada di halaman 3 dari 16 halaman
yang ada.
Tingginya unit analisis tingkat nilai berita mencapai 62.7% dengan 8
variabel yang mengandung nilai penting, waktu, dekat, besar, actual, konflik, unik hingga
manusiawi. Sedangkan untuk unit analisis panjang berita, hamper separuhnya atau 41.2%
dikemas dalam berita pendek sepanjang 6 hingga 10 paragraf.
Untuk tema pengisian masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY,
Harian Radar Jogja lebih cenderung menggunakan nara sumber berita Pejabat Negara
degan prosentase 33.3% disusul Anggota Dewan dengan 27.5%.
Sebagai media lokal, Harian Radar Jogja memberikan respon yang tinggi
terhadap isu Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY karena masa
jabatannya yang berakhir pada 8 Oktober 2008, sedangkan piranti hukum negara kurang
sinergis dengan ijab kobul antara dua kerajaan di Yogyakarta dengan Pemerintah RI saat
itu. Dengan menampilkan berita tersebut, Harian Radar Jogja ingin agar realitas sosial
tersebut diketahui oleh masyarakat dan dapat dipahami secara gamblang tanpa ada filter
yang membuat sebuah berita kabur dan kondisi nyatanya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi > Jurnalisme |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi |
| Date Deposited: | 18 Jun 2013 09:23 |
| Last Modified: | 18 Jun 2013 09:23 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/2270 |
