Sumiarni, M.G. Endang and Retnowati, Anny (2017) Kebijakan Hukum Untuk Mengatasi Penyelundupan Hukum : Studi Pada Perkawinan Sebagai Modus Menghindari Pidana Dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak. Cahaya Atma Pustaka, Yogyakarta. ISBN 978-602-7821-76-7
KEBIJAKAN HUKUM ANAK-1-11.pdf
File Pdf (320kB)
Abstract
Populasi anak yang secara kuantitas tinggi, namun tidak
diimbangi dengan kualitas akan merupakan persoalan ikutannya.
Salah satunya adalah perkawinan yang dilakukan anak pada usia
anak. Apabila jumlah perkawinan pada usia anak kuantitasnya tinggi,
maka akan berakibat pada masa depan anak, yang seharusnya masih
harus dipenuhi hak-haknya agar dapat tumbuh kembang, tetapi sudah
harus berkewajiban memberikan hak-hak anak yang dilahirkannya.
Terlebih kasus persetubuhan dan kekerasan seksual terhadap anak
yang secara kuantitas semakin memprihatinkan. Tidak semua perkara
kekerasan terhadap anak diselesaikan melalui letigasi secara pidana,
namun sebagian besar diselesaikan melalui letigasi secara perdata.
Penyelesaian anak sebagai korban persetubuhan dan kekerasan
seksual sebagian besar diselesaikan secara perdata, terlebih jika anak
sebagai korban sudah hamil. Secara perdata apabila perempuan belum
berusia 16 tahun dan laki-laki belum berusia 19 tahun, maka belum
memenuhi persyaratan untuk melangsungkan perkawinan. Berdasarkan
ketentuan tersebut, maka secara perdata yaitu mendasarkan pada hukum perkawinan, persyaratan usia tersebut dapat disimpangi, melalui dispensasi kawin. Permohonan dispensasi kawin dimohonkan kepada hakim pengadilan. Dalam hal ini sebagian besar permohonan dispensasi kawin dikabulkan oleh hakim Pengadilan, dalam hal ini Pengadilan Agama.
Penyelesaian perkara anak sebagai korban persetubuhan dan
kekerasan seksual secara letigasi pidana, melibatkan pihak Polri, Jaksa maupun Hakim. Semua perkara tersebut berkaitan dengan sikap para aparat penegak hukum, yang tentunya masing-masing mempunyai sikap dengan pertimbangan hukum yang berbeda. Perbedaan sikap tersebut berdasarkan alasan demi kepentingan yang terbaik bagi anak, atau terjadi sebaliknya.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Hukum > Peradilan dan Penyelesaian Sengketa Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Date Deposited: | 26 Nov 2020 03:30 |
| Last Modified: | 26 Nov 2020 03:30 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/22671 |
