Abiyoga, Romualdus Sumbogo Probodi (2020) MANAJEMEN RISIKO ASET APLIKASI PADA DISKOMINFO STATISTIK DAN PERSANDIAN KOTA XYZ MENGGUNAKAN STANDAR ISO/IEC 27005: 2008. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
1617089631.pdf
File Pdf (2MB)
1617089633.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (787kB)
1617089634.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (955kB)
Abstract
Penyelenggaraan TIK tidak akan lepas dari konteks keamanan informasi. Keamanan
informasi memainkan peranan penting untuk menjaga keutuhan aset TIK serta aspek
kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaan sebuah layanan maupun aset pendukung
lainnya. Keamanan informasi memiliki sangat banyak proses yang mendukung, salah
satu proses yang penting adalah manajemen risiko. Pemerintah menganjurkan agar
seluruh proses yang mendukung keamanan informasi seperti manajemen risiko
dilakukan di seluruh pemerintahan dari pusat hingga daerah. Tak terkecuali Diskominfo
Statistik dan Persandian Kota XYZ, dengan pelayanan publik yang serba online dan
banyak layanan yang membutuhkan bantuan teknologi informasi membuat ancaman
terhadap penyelenggaraan IT meningkat pesat. Itulah mengapa Diskominfo Statistik
dan Persandian XYZ memerlukan proses manajemen risiko pada aset perangkat lunak
yang efektif agar mampu menekan risiko inheren pada layanan-layanan tersebut.
Manajemen risiko dilakukan agar dapat menentukan ancaman, kerawanan serta
evaluasi nilai tingkat ancaman terhadap suatu aset. Standar manajemen risiko
keamanan informasi yang dapat digunakan adalah ISO 27005, standar ini digunakan
sesuai dengan anjuran dari Kominfo Pusat mengenai manajemen risiko keamanan
informasi khususnya pada instansi pemerintahan. Proses manajemen risiko diawali
dengan kajian terhadap proses bisnis yang ada di Diskominfo Statistik dan Persandian
Kota XYZ dan peraturan yang dimiliki terkait manajemen risiko, selanjutnya dilakukan
proses identifikasi aset dan klasifikasi aset menurut ISO 27005: 2008. Kemudian dari
aset-aset perangkat lunak yang teridentifikasi dan telah diklasifikasikan, dapat
ditentukan ancaman dan kerawanannya. Pada tahap terakhir baru dilakukan evaluasi,
yang hasilnya menjadi tolak ukur dalam pembuatan rekomendasi. Dari proses
manajemen risiko yang dilakukan ditemukan 22 ancaman, di mana sembilan belas
ancaman pada tingkat rendah/low, satu ancaman pada tingkat sedang/medium dan
dua ancaman pada tingkat tinggi/high. Dari nilai tingkat ancaman inilah ditentukan
beberapa rekomendasi sesuai dengan pengendalian yang telah diterapkan oleh
Diskominfo Statistik dan Persandian Kota XYZ.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Manajemen Risiko, Keamanan Informasi, ISO 27005: 2008, Evaluasi Risiko. |
| Subjects: | Sistem Informasi |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Industri > Sistem Informasi |
| Date Deposited: | 17 Nov 2020 01:56 |
| Last Modified: | 17 Nov 2020 01:56 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/22534 |
