Setiadi, Amos (2016) Menafsir Ulang Strategi Budaya Arsitektur Nusantara. In: Seminar Nasional "Semesta Arsitektur Nusantara 4", 17-18November 2016, Malang, Jawa Timur.

Text (Amos Setiadi)
Menafsir ulang.pdf

File Pdf (1MB)

Abstract

Persoalan identitas arsitektur “nusantara” sebagai filosofi dasar bagi keberlanjutan arsitektur Indonesia dilihat
dari sudut pandang kebudayaan. Sudut pandang
kebudayaan memandang pembangunan (arsitektur) sebagai
proses pembudayaan manusia dan humanisiasi. Oleh sebab itu, topik Semesta Arsitektur Nusantara yang dikaji
dari subtopik strategi budaya arsitektur nusantara pada pembahasan ini diarahkan pada empat factor dasar
yang menjadi poros pembangunan (arsitektur), yakni Anthropos, oikos, tekne, dan ethnos. Keempat factor
tersebut merupakan satu kesatuan, sehingga terjadi ketimpangan apabila salah satu factor tidak terpenuhi
dalam pembangunan. Manusia (arsitek) dapat dipahami sebagai universe, kosmos, dunia bagi dirinya sendiri.
Dalam filafat Timur, “dunia” yang dimaksud dalam pernyataan diatas yaitu “dunia kecil” (mikro kosmos) yang
menjadi referensi diri sendiri essensial. Maka karya arsitektur tradisional tecipta sebagai hasil peziarahan.
Sebagai hasil memandang dengan penuh hormat lingkungan dan alamnya. Sebagai hasil belajar dari
lingkungan dan alamnya. Dengan demikian hakikat bangunan adalah membiarkan diri untuk dimukimi. Hanya
jika kita mampu bermukim, kita baru dapat membangun.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords: a anthropos, oikos, tekne, ethnos
Subjects: Arsitektur > Teknologi Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Teknologi Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Date Deposited: 22 Oct 2020 02:54
Last Modified: 04 Nov 2020 08:39
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/22224

Actions (login required)

View Item
View Item