Tatung, Nency (2010) ANALISIS ZAT PEWARNA DAN PEMANIS SINTETIS SERTA UJI MIKROBIOLOGIS PADA KUE CENIL DI DAERAH KOTA YOGYAKARTA. S1 thesis, UAJY.
0BL00802.pdf
File Pdf (535kB)
1BL00802.pdf
File Pdf (59kB)
2BL00802.pdf
File Pdf (173kB)
3BL00802.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (136kB)
4BL00802.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
5BL00802.pdf
File Pdf (4MB)
Abstract
Kue cenil merupakan jajanan yang banyak di sukai oleh masyarakat. Kue
cenil memiliki beberapa macam warna, ada yang merah, hijau, kuning, dan
sebagainya. Makanan ini terbuat dari tepung dan campuran bumbu-bumbu. Kue
cenil banyak dijajakan di pasar-pasar tradisional pada pagi hari dan pada sore hari
dapat dijumpai di sekitar pinggiran jalan. Kue cenil yang dijajakan kemungkinan
terbuat dari bahan-bahan tambahan yang tak baik bagi kesehatan, misalnya
pewarna dan pemanis sintetis yang telah dilarang penggunaannya di tengah
masyarakat. Pembuatan kue cenil yang dijajakan pada masyarakat, jika
menggunakan bahan baku dan alat yang tidak bersih kemungkinan besar
terkontaminasi oleh mikrobia, salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus
yang biasanya diperoleh dari proses pembuatan kue cenil dan cara menjualnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan pewarna
sintetis (Rhodamin B dan Guinea Green), pemanis sintetis (sakarin dan siklamat),
serta kualitas mikrobiologis pada kue cenil yang diperdagangkan di pasar-pasar
dan pinggiran jalan di Daerah Perkotaan Yogyakarta. Sampel diperoleh dengan
membeli selayaknya pembeli biasa. Sampel yang telah diambil, dilakukan
pengujian terhadap Rhodamin B dan Guinea Green secara kualitatif. Sakarin dan
Siklamat diuji secara kualitatif dengan metode Kromatografi Lapis Tipis dan
Gravimetri. Uji mikrobiologis juga dilakukan terhadap sampel kue cenil untuk
mengetahui kandungan bakteri kue cenil ditinjau dari jumlah total mikrobia dan
Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil analisis pewarna dan pemanis sintetis,
15 sampel kue cenil yang diperdagangkan di 8 lokasi di sekitar Perkotaan
Yogyakarta, tidak mengandung Guinea Green, Sakarin dan Siklamat, tetapi
terdapat 3 sampel diantaranya positif mengandung Rhodamin B. hasil analisis
mikrobiologis menunjukkan bahwa sebanyak 100% kue cenil memiiliki
kandungan total mikrobia dan Staphylococcus aureus di atas batas SNI yaitu 105
dan 102 CFU/g.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | Teknobiologi > Tekno Pangan |
| Divisions: | Fakultas Teknobiologi > Biologi |
| Date Deposited: | 10 Jun 2013 08:15 |
| Last Modified: | 10 Jun 2013 08:15 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/2131 |
