Suryanti, Chatarina MEMAHAMI KITAB SUCI UNTUK BERSAKSI DAN MEWARTAKAN SABDA ALLAH DARI PERSEPEKTIF GEREJA KATOLIK (2019). [Research]
SC Laporan CH. Suryanti.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (1MB)
Abstract
Kitab Suci merupakan firman Allah yang membuku dan membeku. Tetapi
firman Allah tidak terbatas pada Kitab Suci dan juga tidak terbelenggu oleh teks
Kitab Suci. Konsili Vatikan II menempatkan Kitab Suci disamping perayaan Ekaristi
sebagai harta Gereja yang paling berharga (DV art 21 dan 26). Dalam Ekaristi
pembacaan Kitab Suci dinilai sebagai unsur hakiki ibadat. Segenap teologi dan
cabang-cabangnya haruslah berurat berakar dalam Kitab Suci, sebab teologi hanya
mau memikirkan dan mengungkapkan karya peneyalamatan bagi orang beriman.
Pewartaan yang disebut pengajaran agama atau katekese semuanya berpangkal pada
Kitab Suci sebagai sumbernya (DV art 24). Maka sudah layak dan sepantasnya
Konsili Vatikan II mengajak Gereja supaya membaca dan memperdalam isi Kitab
Suci. Sebab Kitab Suci khususnya Yesus sebagaimana diberitakan oleh Injil, menjadi
anggaran dasar mereka (DV art 2). Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal
Kristus (DV art 5). Oleh karena itu semua orang yang bertanggung jawab terhadap
pembinaan Gereja, wajib menolong kaum beriman untuk membaca, merenungkan dan
mempelajari Kitab Suci.
Penelitian ini ingin menemukan sejauh mana pemahaman mahasiswa tentang
Kitab Suci. Lokasi penelitian mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang aktif
dalam komunitas Garuda Katolik dan menjadi pengurus Gereja. Data diperoleh dengan
wawancara langsung dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemahaman tentang Kitab Suci dari sebagian besar responden
masih sempit, kurang kritis, cenderung legalistis dan literalistis. Mereka menganggap:
Kitab Suci itu sebagai hukum tertinggi, Kitab Suci itu bukti iman, Kitab Suci memuat
seluruh kehendak Allah. Mereka tidak menyadari bahwa penulis Kitab Suci adalah
seorang manusia yang memiliki keterbatasan sehingga tidak bisa memahami seluruh
kehendak Allah. Bahkan semua responden berpendapat bahwa Kitab Suci berisi firman
Allah dan sejarah agama, maka dalam membaca dan memahami Kitab Suci cukup
membutuhkan iman, tidak membutuhkan pertimbangan akal budi. Artinya mereka
kurang memahami bahwa iman itu menyangkut seluruh pribadi manusia: cipta rasa,
karsa dan karya. Pandangan ini bisa melemahkan iman mereka karena mereka
memahami Kitab Suci hanya berdasarkan teks, bukan berdasarkan konteks. Akibatnya
iman mereka kurang cerdas dan firman Allah yang membeku dan membuku tidak
dapat dihidupkan kembali. Sebagai jantung Gereja, orang-orang muda Katolik
seharusnya memiliki wawasan yang luas tentang Kitab Suci, supaya mereka bisa
menemukan sumber inspirasi dan kekuatan dalam bersaksi atau pergumulan hidup
menuju kedewasaan iman.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kitab Suci, firman Allah, iman |
| Subjects: | Teknik Informatika > Enterprise Inf System |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Industri > Teknik Informatika |
| Date Deposited: | 06 Nov 2019 01:56 |
| Last Modified: | 06 Mar 2025 05:29 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/20632 |
