DAGA, KRISANTUS AME (2019) PERANCANGAN TEBAL PERKERASAN LANDAS PACU YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT KABUPATEN KULON PROGO. S1 thesis, UAJY.

Text (HALAMAN JUDUL)
TS15696 0.pdf

File Pdf (7MB)
Text (BAB I)
TS15696 1.pdf

File Pdf (328kB)
Text (BAB II)
TS15696 2.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (377kB)
Text (BAB III)
TS15696 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)
Text (BAB IV)
TS15696 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (220kB)
Text (BAB V)
TS15696 5.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)
Text (BAB VI)
TS15696 6.pdf

File Pdf (8MB)

Abstract

Bandara Adisutjipto merupakan salah satu bandara internasional di Indonesia
dengan aktivitas penerbangan yang padat. Hal ini merupakan dampak dari Yogyakarta
yang merupakan kota pariwisata. Pesawat merupakan moda transpotasi yang paling
sering digunakan untuk berlibur ke Yogyakarta. Akibatnya, Bandara Adisutjipto menjadi
semakin sesak dan padat setiap tahunnya, karena bertambahnya jumlah penumpang dan
pesawat tidak diiringi dengan pengembangan bandara. Runway dengan panjang 2.200
meter tidak ideal untuk bandara dengan standar internasional, sehingga dibutuhkan
runway yang lebih panjang. Untuk Bandara Adisutjipto, penambahan panjang runway
sudah tidak memungkinkan secara geografis, sehingga adanya bandara baru Yogyakarta
International Airport menjadi solusi bagi permasalahan yang ada. YIA memiliki runway
tunggal dengan panjang 3.250 meter. Runway ini harus memiliki permukaan yang lembut
dan tebal perkerasan yang sesuai standar agar mampu menahan beban dari pesawat
rencana dan jenis pesawat campuran lainnya yang akan mendarat. Berdasarkan
permasalahan yang ada, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang tebal
perkerasan landasan pacu (runway) pada bandara baru Yogyakarta International Airport
yang terletak di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo dengan pembebanan
pesawat jenis Boeing 777-300ER.
Perancangan ini menggunakan metode FAA (Federal Aviation Administration)
khusus untuk flexible pavement. Metode ini membutuhkan data berupa equivalent annual
departure pesawat (tahun 2019), maximum take off weight (MTOW) pesawat rencana,
nilai CBR subbase dan base course, pesawat rencana beserta konfigurasi roda
pendaratannya. Metode FAA ini juga menggunakan grafik-grafik yang sudah disiapkan
oleh FAA (Federal Aviation Administration) untuk mendapatkan tebal perkerasan dengan
memasukan data yang sudah diolah ke dalam grafik.
Hasil dari penelitian ini adalah didapatnya nilai total tebal perkerasan lentur
setiap lapisan untuk area kritis 47,04 in, non kritis 41,84 in dan area tepi 46,54 in. Untuk
nilai tebal perkerasan tiap lapisan secara berturut-turut dari area kritis, non kritis sampai
area tepi adalah sebagai berikut, lapisan surface 5 in, 4 in, 4 in. Lapisan base course 8 in,
7,2 in 5,6 in. Lapisan subbase course 34,04 in, 30,64 in, 36,94 in.Tebal perkerasan yang
didapat ini memiliki umur rencana selama 20 tahun tanpa mengalami perbaikan runway
yang berarti. Perbaikan atau perawatan hanya perlu dilakukan apabila terjadi penambahan
armada pesawat yang cukup signifikan dan untuk mencegah terjadinya skid resistance
(permukaan landasan tidak licin). Ketebalan dari perkerasan runway dipengaruhi oleh 3
faktor utama, yaitu beban pesawat, frekuensi penerbangan dan daya dukung tanah dasar.
Apabila frekuensi pesawat yang beroperasi tinggi, pesawat memiliki beban yang berat
dan daya dukung tanah yang kecil, maka tebal perkerasan yang dibutuhkan makin besar.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Runway, tebal perkerasan, flexible pavement, metode Federal Aviation Administration, Yogyakarta International Airport, California Bearing Ratio, Boeing B 777-300ER.
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Date Deposited: 29 Oct 2019 06:17
Last Modified: 29 Oct 2019 06:20
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/20577

Actions (login required)

View Item
View Item