SUSANTO, AGUSTINUS DWI (2010) PASAR KERAJINAN DAN SENI BOROBUDUR SEBAGAI WADAH PERAJIN SENI DAN KESENIAN DI KECAMATAN BOROBUDUR. S1 thesis, UAJY.
0TA12443.pdf
File Pdf (2MB)
1TA12443.pdf
File Pdf (127kB)
2TA12443.pdf
File Pdf (479kB)
3TA12443.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
4TA12443.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
5TA12443.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (597kB)
6TA12443.pdf
File Pdf (189kB)
Abstract
Apabila mendengar kata Borobudur, yang terlintas di pikiran adalah candi
Buddha terbesar di dunia yaitu Candi Borobudur. Candi Borobudur menjadi
sebuah icon di Kecamatan Borobudur, Kecamatan Borobudur. Namun, selain
terdapat Candi Borobudur, keistimewaan Kecamatan Borobudur terlihat juga dari
banyaknya kerajinan yang ada (kerajinan kayu, kerajinan batu, kerajinan gerabah,
kerajinan, anyaman panda, kerajinan bambu, dan seni lukis) dan kesenian asli dari
Kecamatan Borobudur (wayang, kethoprak, teater, dan kesenian padang bulan;
jathilan, topeng purba, cobro siswo). Dari banyaknya kerajinan yang ada dan
kesenian yag ada di Kecamatan Borobudur, belum ada suatu tempat yang dapat
menampung kegiatan-kegiatan tersebut secara bersamaan. Perlunya suatu tempat
untuk “menjembatani” antara pengunjung dengan para pengrajin seni dan
kesenian. Suatu tempat untuk menampung kekgiatan seni dan kesenian tersebut
adalah Pasar Seni Dan Kerajian Borobudur. Dengan fungsi yaitu untuk mewadahi
kegiatan seni dan kesenian yang ada di Kecamatan Borobudur. Sisi positif yang
didapat adalah dikenalnya kerajinan dan kesenian khas dari Kecamatan Borobudur
terutama oleh pengunjung yang berkunjung ke Candi Borobudur. Selain itu
terdapat juga sisi peningkatan perekonomian dari penduduk di Kecamatan
Borobudur. Konsep yang digunakan pada bangunan Pasar Kerajinan dan Seni
Borobudur adalah Culture Lanscape. Suatu pendekatan dengan memperhatikan
kebudayaan yang ada baik dari sisi historis yang ada pada wilayah tersebut
maupun kondisi pada masa sekarang. Oleh karena itu arsitektur yang dipakai
adalah arsitektur Pasca-Modernisme. Dengan penggabungan aspek historis yang
dipakai adalah kaitan dengan Candi Borobudur. Tidak merusak suatu tatanan yang
ada (suatu konsep yang dibangun Candi Borobudur) namun membentuk frame
secara makro dengan memperhatikan Candi Borobudur, dengan prakteknya adalah
Pasar Kerajinan dan Seni Borobudur mengarah pada Candi Borobudur dengan
posisi bengunan melingkar seperti membentuk jaring yang menggapai
mengelilingi Candi Borobudur. Selain itu, sisi historis yang dimasukkan dalan
desain arsitektural adalah atap panjang dan rumah panggung (tipe rumah disekitar
Candi Borobudur pada masa lampau). Tentunya dengan beberapa pertimbanganpertimbangan
sesuai dengan fungsi, site, dan kondisi pada masa sekarang.
Pengaturan frame secara mikro diatur secara cluster (karena bangunan bermasa
banyak) dan radial terpusat (letak akses atau jalan yang didesain secara terpusat
dan penyusunan masa bangunan yang mengarah pada suatu titik membuat unsur
radial terpusat semakin terlihat. Site dari Pasar Kerajinan dan Seni Borobudur ini
terletak pada area yang berkontur. Sehingga pengolahan peletakan masa bangunan
dan pengolahan ruang luar perlu memperhatikan dari kondisi site yang ada.
Penekanan ada pada pemanfaatan view yang ada (view potensial dari site)
sehingga banyak bangunan yang didesain tidak memiliki dinding sehingga view
yang didapat maksimal. Dapat disimpulkan bahwa penataan Pasar Kerajinan dan
Seni Borobudur memakai gaya arsitektur Pasca-Modernisme dengan pemanfaatan
lingkungan setempat ( pengolahan berdasarkan site yang ada, dan pemanfaatan
view yang ada pada lokasi).
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | Arsitektur > Lingkungan Kawasan Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur |
| Date Deposited: | 04 Jun 2013 08:11 |
| Last Modified: | 04 Jun 2013 08:11 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/2057 |
