WILIE, VALENTINUS KRISTIANTO (2019) PENINGKATAN KUALITAS PRODUK KAOS SABLON DI UKM JOGJA POLO SHIRT DENGAN METODE SIX SIGMA. S1 thesis, UAJY.

Text (VALENTINUS KRISTIANTO WILIE)
TI08018.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (4MB)

Abstract

Jogja Polo Shirt merupakan UKM yang bergerak dalam bidang konveksi. Produk
yang banyak dipesan oleh pelanggan adalah produk kaos sablon, Jogja Polo Shirt
memiliki masalah terkait dengan kualitas produk, dari hasil observasi dan
wawancara ditemukan rata-rata produk cacat pada kaos sablon lebih dari 5% dari
total produksi bulanan, sedangkan standar ketetapan produk cacat kaos sablon
maksimum 3% dari total produksi bulanan. Permasalahan ini kemudian
diselesaikan dengan metode Six Sigma dengan tujuan adalah untuk menganalisis
penyebab produk cacat berdasarkan pada cacat terbanyak, dan melakukan
perbaikan untuk mengurangi jumlah produk cacat terhadap cacat terbanyak.
Metode Six Sigma merupakan salah satu metode yang digunakan untuk
menemukan dan mengurangi produk cacat. Metode Six Sigma terdiri dari 5 tahap
penyelesaian yang tersusun secara terstruktur yaitu: Define, Measure, Analyze,
Improve, dan Control. Pada tahap Define bertujuan untuk identifikasi
permasalahan dengan menggunakan: analisis SIPOC diagram (Supplier, Input,
Process, Ouput, Customer), dan menentukan CTQ (Critical To Quality Tree).
Tahap Measure bertujuan untuk mengukur kinerja proses untuk dilakukan
perbaikan, ada beberapa tools yang digunakan dalam tahapan ini pareto chart,
pengukuran nilai sigma, analisis sistem pengukuran (MSA)dan peta kendali Uchart.
Tahap Analyze bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama dari CTQ,
dengan menggunakan fishbone diagram. Tahapan ke empat improve bertujuan
untuk memberikan usulan perbaikan dan melakukan penerapan perbaikan,
dengan menggunakan hasil analisis FMEA dan tahapan selanjutnya control
dengan mengendalikan terhadap proses yang sudah diperbaiki menggunakan
instruksi kerja dan checklist.
Hasil penelitian dengan menggunakan tools pada setiap tahapan ditemukan jenis
cacat terbanyak yaitu cat menumpuk, yang disebabkan oleh tidak adanya
pengecekkan kondisi lem pada meja yang dilakukan secara berkala. Setelah
dilakukan implementasi terjadi penurunan persentase produk cacat dari 6,15%
menjadi 4,78%, dan peningakatan nilai sigma dari 3,6 sigma menjadi 3,72 sigma.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Six Sigma, DMAIC, Fisbone diagram, Pareto Chart, FMEA.
Subjects: Teknik Industri > Produksi
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri
Date Deposited: 23 May 2019 03:03
Last Modified: 23 May 2019 03:03
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/18778

Actions (login required)

View Item
View Item